Jumat, 10 Juli 2026

Siapa Benyamin Sueb yang Disebut Pramono Anung saat Debat Pilkada Jakarta? Berikut Profil Seniman Betawi 'Ayah' Si Doel

Photo Author
Siti Nurlaela Hanifah, Sketsa Nusantara
- Senin, 7 Oktober 2024 | 06:35 WIB
Potret Benyamin Sueb, seniman Betawi serba bisa (Facebook H-Benyamin-Sueb)
Potret Benyamin Sueb, seniman Betawi serba bisa (Facebook H-Benyamin-Sueb)

Baca Juga: Sejarah Minuman Khas Betawi, Bir Pletok: Tidak Memabukkan, Namun Manfaatnya Bukan Kaleng-Kaleng

Ia bahkan dijuluki sebagai ikon dari Kemayoran dengan sebutan muka kampung rezeki kota.

Lahir dari keluarga sederhana, bakat seni Benyamin Sueb sudah terlihat sejak usia dini.

Ia pernah berkeliling kampung untuk mengamen saat saat masih berusia 3 tahun.

Baca Juga: Keluar dari Comfort Zone dan Setuju Maju sebagai Calon Gubernur Jakarta 2024, Pramono: Pikiran Saya Hanyalah Cucu..

Benyanyi akan didudukkan di atas meja dan dibujuk agar menyanyi dan menari.

Mendengar permintaan ini, bagaikan di atas panggung, Ben kecil langsung berdiri. Selesai menyanyi dapat duit segobang sebagaimana dinukil SketsaNusantara.id dari buku Muka Kampung Rezeki Kota karya Ludhy Cahyana, Yayasan H. Benyamin Sueb (2005).

Bahkan bersama kakak-kakaknya, ia pernah mendirikan Orkes Kaleng dengan memakai alat musik dari kaleng bekas dan memainkan lagu-lagu Belanda zaman dulu.

Baca Juga: Bagaimana Asal-usul Kue Cucur? Jajanan Tradisional dengan Bentuknya yang Unik Khas Suku Betawi, Simak di Sini...

Lalu pada tahun 1959, Benyamin mulai sering ‘ngamen’ di kafe-kafe bersama grup musiknya, Melody Boys.

Namanya pun mulai dikenal di dunia hiburan usai lagu ciptaannya, Malam Minggu (Nonton Bioskop) yang dinyanyikan Bing Slamet sukses besar seperti dikutip dari Facebook Benyamin Sueb.

Lalu pada 1968, ia mulai menyanyikan lagunya sendiri yang berjudul Si Djampang dengan lirik Betawi.

Baca Juga: Persiapan Pramono Anung - Rano Karno untuk Debat Perdana 6 Oktober 2024, Fokus pada Program yang Dapat Langsung Dikerjakan

Namanya kemudian melejit dan dikenal sebagai penyanyi pop lagu berbahasa Betawi.

Barulah pada tahun 1970, ia merambah dunia seni peran hingga dipercaya menjadi pemeran utama di film Intan Berduri (1972).

Halaman:

Editor: Siti Nurlaela Hanifah

Sumber: Facebook Benyamin Sueb, Muka Kampung Rezeki Kota, Ludhy Cahyana, Yayasan H. Benyamin

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X