showbiz

Ruben Onsu dan Ivan Gunawan Hadapi Suhu Hampir 50 Derajat di Tanah Suci, Begini Cara Mereka Menjaga Kondisi Tubuh

Rabu, 24 Juni 2026 | 20:00 WIB
Potret Ruben Onsu dan Ivan Gunawan. (Instagram/@ivan_gunawan)

SketsaNusantara.id - Perjalanan umrah Ivan Gunawan dan Ruben Onsu kali ini berlangsung di tengah kondisi cuaca yang tidak biasa. Keduanya harus menjalani ibadah saat suhu di Arab Saudi mencapai titik yang sangat tinggi.

Panas ekstrem yang melanda Tanah Suci menjadi tantangan tersendiri bagi para jemaah. Suhu udara dilaporkan mendekati 49 derajat Celsius pada periode keberangkatan mereka.

Meski demikian, Ivan Gunawan dan Ruben Onsu telah menyiapkan berbagai langkah untuk menjaga kondisi tubuh selama menjalankan rangkaian ibadah. Keduanya memilih mengikuti arahan yang diberikan pihak penyelenggara perjalanan.

Baca Juga: Bukan Hanya Sarwendah, Minola Sebayang Ungkap Lingkungan Sekitar Ikut Dilaporkan dalam Aduan Ruben Onsu ke KPAI

Pemilik travel yang memberangkatkan mereka, Hasby Athallah, membenarkan bahwa Arab Saudi sedang memasuki musim panas. Kondisi tersebut membuat jemaah perlu memberikan perhatian lebih terhadap kesehatan selama berada di sana.

Menurut Hasby, cuaca panas dapat memengaruhi kondisi fisik apabila tidak diantisipasi dengan baik. Karena itu, para jemaah dianjurkan untuk memperbanyak konsumsi air putih dan menjaga kelembapan tubuh.

"Di sana lagi musim panas di sekitar 40-an derajat. Harus sering-sering minum air putihnya, pelembabnya gitu kan, jadi biar enggak drop tubuh di sana," jelas Hasby Athallah di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang, Banten, belum lama ini.

Baca Juga: Konflik Memanas, 3 Poin Utama Aduan Ruben Onsu ke KPAI soal Hak Bertemu hingga Dugaan Eksploitasi Anak, Siap-Siap Sarwendah Bakal Dipanggil KPAI?

Ivan Gunawan mengaku tidak terlalu mengkhawatirkan kondisi cuaca tersebut. Ia menilai setiap jemaah dapat menyesuaikan aktivitas ibadah dengan situasi yang ada.

Menurut pria yang akrab disapa Igun itu, berbagai fasilitas dan perlengkapan dapat dimanfaatkan untuk membantu mengurangi dampak cuaca panas. Selain itu, pengaturan waktu juga menjadi bagian penting selama menjalankan ibadah.

Untuk menghindari paparan suhu yang terlalu tinggi, rombongan telah menyusun jadwal khusus. Salah satu langkah yang dipilih adalah melaksanakan tawaf pada malam hari ketika suhu udara relatif lebih rendah.

"Rencananya umrahnya malam karena situasinya lagi panas gitu. Jadi diatur bagaimana kita bisa nyaman, ibadahnya bisa lebih khusyuk," tutur Igun lagi.

Strategi tersebut disiapkan agar aktivitas ibadah dapat berjalan dengan lebih nyaman. Selain mempertimbangkan faktor cuaca, pengaturan waktu juga dilakukan untuk menjaga kondisi tubuh tetap prima selama berada di Tanah Suci.

Ruben Onsu juga memilih mengikuti seluruh arahan yang diberikan pihak travel. Ia tidak ingin mengambil keputusan yang berpotensi mengganggu kesehatan selama menjalankan ibadah.

Halaman:

Tags

Terkini