Perkembangan tersebut kemudian memunculkan perdebatan terbuka di media sosial antara kedua belah pihak. Berbagai pernyataan yang muncul membuat polemik hak asuh anak mereka terus menjadi sorotan publik.
Di tengah situasi tersebut, KPAI kembali menegaskan pentingnya menempatkan kepentingan anak sebagai prioritas utama. Lembaga itu mengingatkan bahwa setiap langkah yang diambil dalam penyelesaian konflik keluarga harus mengedepankan perlindungan dan pemenuhan hak anak.
Pernyataan itu menjadi penegasan bahwa persoalan hak asuh bukan hanya menyangkut hubungan antara orangtua, tetapi juga masa depan serta kesejahteraan anak yang berada di tengah konflik.***