SketsaNusantara.id – Nama Raffi Ahmad belakangan menjadi sorotan setelah disebut dalam persidangan kasus dugaan suap dan gratifikasi yang menyeret perusahaan jasa pengiriman barang Blueray Cargo.
Munculnya nama suami Nagita Slavina itu dalam persidangan langsung memicu beragam spekulasi di media sosial.
Menanggapi hal tersebut, Raffi Ahmad diketahui telah menunjuk pengacara kondang Hotman Paris Hutapea untuk memberikan pendampingan hukum sekaligus meluruskan informasi yang beredar di tengah masyarakat.
Terbaru, Hotman Paris mengungkap fakta yang menurutnya menjadi awal mula nama Raffi Ahmad ikut disebut dalam perkara yang kini tengah ditangani Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Melalui video yang diunggah di akun Instagram pribadinya, Hotman terlihat membaca sejumlah dokumen yang berkaitan dengan kasus Blueray Cargo yang ikut menyeret nama Raffi Ahmad.
Dari dokumen tersebut, Hotman menjelaskan bahwa peristiwa yang membuat nama Raffi muncul dalam persidangan diduga berawal dari kunjungannya ke Amerika Serikat (AS) pada Oktober 2025.
Kala itu, Raffi Ahmad tengah melakukan perjalanan bersama para sahabatnya yang tergabung dalam The Dudas Minus One, yang beranggotakan Ariel NOAH, Desta, dan Gading Marten.
Perjalanan tersebut merupakan tur luar negeri pertama mereka yang bertepatan dengan keikutsertaan Raffi Ahmad dalam ajang maraton di Chicago, AS.
Selain mengikuti lomba lari, rombongan tersebut juga menghabiskan waktu berkeliling (touring) dan menikmati suasana di New York.
Berdasarkan penjelasan dalam dokumen yang diunggah Hotman, disebutkan bahwa rombongan Raffi Ahmad sempat didatangi seseorang yang diduga berkaitan dengan Blueray Cargo saat berada di sebuah restoran Indonesia yang cukup populer di New York.
Ketika itu, restoran sedang ramai pengunjung dan beberapa penggemar juga menghampiri untuk berfoto bersama Raffi Ahmad dan rekan-rekannya.
Dalam dokumen yang dibacakan Hotman, disebutkan pula bahwa ada seseorang yang diduga merupakan karyawan Blueray Cargo yang sempat menawarkan jasa pengiriman barang, termasuk produk elektronik, kepada rombongan tersebut.