SketsaNusantara.id - Aktor Indra Pramujito mencuri perhatian publik setelah membagikan pengalaman kurang menyenangkan yang dialaminya saat berada di Bali.
Melalui unggahan di akun Instagram pribadinya, Indra mengaku mengalami kecelakaan lalu lintas akibat kelalaiannya sendiri saat berkendara.
Alih-alih mencari alasan atau pembenaran, bintang film Sekawan Limo itu justru secara terbuka mengakui kesalahannya dan menyampaikan permintaan maaf kepada semua pihak yang terdampak.
Dalam video unggahannya, Indra menceritakan bahwa dirinya mengalami kecelakaan saat menggunakan mobil sewaan dari Dievas Travel Bali.
"Kemarin saya mengalami kecelakaan di Bali. Saya pakai mobil rental dari Dievas Travel, terus saya nabrak mobil orang," ujarnya dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di akun Instagram @indrapramujito pada hari Minggu, 7 Juni 2026.
Aktor sekaligus komika asal Surabaya itu memastikan kondisi seluruh pihak dalam keadaan baik dan persoalan yang muncul telah diselesaikan secara kekeluargaan. Namun, yang menarik perhatian publik adalah keberaniannya mengakui penyebab kecelakaan tersebut.
Indra mengungkapkan bahwa insiden itu terjadi akibat kelalaiannya sendiri karena menggunakan handphone saat sedang mengemudi.
Dalam video tersebut, ayah 2 anak itu juga memperlihatkan kondisi mobil rental yang mengalami kerusakan cukup parah pada bagian depan sebelah kiri hingga bamper nyaris terlepas.
"Masalah sudah beres, sudah ada ganti rugi juga. Ini mobil yang saya pakai dari Dievas Travel, sampai penyok dan hampir lepas bampernya," tuturnya.
"Maksud tujuan saya bikin video ini karena saya mau minta maaf. Ini murni dari hati, saya ingin meminta maaf kepada rekan-rekan Dievas Travel. Saya menyesal karena main handphone sambil nyetir," ujar Indra.
Tak hanya mengakui kesalahan, Indra juga menyampaikan apresiasi kepada pihak Dievas Travel yang dinilainya sangat kooperatif dan membantu menyelesaikan persoalan dengan baik.
Menurutnya, pihak rental tidak hanya bersikap tenang menghadapi situasi tersebut, tetapi juga membantu menjembatani komunikasi dengan korban sehingga permasalahan dapat diselesaikan secara kondusif.