"Apakah disebut? Jawabannya tidak ada," ujarnya sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube Reyben Entertaiment.
Ia juga menilai alasan permintaan maaf yang disampaikan Sarwendah masih bersifat umum dan tidak secara langsung menjelaskan pernyataan mana yang menjadi pokok persoalan.
Gestur Tangan hingga Ekspresi Wajah Jadi Sorotan
Selain isi pernyataan, pakar tersebut juga mengamati bahasa tubuh Sarwendah selama video berlangsung.
Menurutnya, posisi tangan yang saling menggenggam terlihat cukup kuat ketika Sarwendah membahas anak-anaknya, sementara menjelang akhir video, genggaman tersebut mulai mengendur.
Ia menilai perubahan tersebut menunjukkan adanya perbedaan tingkat kenyamanan emosional saat membahas topik tertentu.
Tak hanya itu, ekspresi wajah juga menjadi bagian yang diamatinya.
"Tarikan garis bibirnya itu sebenarnya lebih cenderung agak hampir senyum," katanya.
Menurut pengamatannya, ekspresi tersebut tidak sepenuhnya selaras dengan pesan kesedihan atau penyesalan yang sedang disampaikan secara verbal.
Kata 'Penggemar' Disebut Berulang Kali
Poin lain yang menjadi perhatian adalah frekuensi penyebutan kata 'penggemar' dalam video klarifikasi tersebut.
Menurut pakar tersebut, kata "penggemar" muncul lebih sering dibanding penyebutan kelompok lain seperti masyarakat atau keluarga.
Dari situ, ia menilai ada indikasi bahwa citra di mata pendukung menjadi salah satu hal yang cukup diperhatikan dalam video tersebut.