SketsaNusantara.id - YouTuber Marcel Radhival atau yang dikenal sebagai Pesulap Merah membongkar dugaan praktik pesugihan yang menyeret sejumlah nama artis hingga politikus.
Belakangan ini, publik ramai menyoroti ritual pesugihan yang konon dilakukan di kawasan Gunung Kawi, Kabupaten Blitar, Jawa Timur. Hal tersebut ramai diperbincangkan di media sosial karena menyerat sejumlah nama artis ternama.
Marcel pun mencoba membongkar praktik ritual pesugihan dengan mendatangi langsung lokasi tersebut untuk mencari tahu fakta yang yang berkembang di masyarakat.
"Kita ke Gunung Kawi karena sebenarnya banyak perminttan netizen yang komen untuk ungkap praktik pesugihan di sana," kata Marcel dikutip SketsaNusantara.id dari video yang diunggah di kanal YouTube Pesulap Merah pada hari Jumat, 15 Mei 2026.
Melalui konten yang diunggah di kanal YouTube miliknya, sang Pesulap Merah mencoba mencari tahu dengan menanyakan kepada warga sekitar hingga juru kunci Gunung Kawi.
Dalam video berdurasi 57 menit, Marcel melakukan penelusuran mengenai dugaan praktik pesugihan yang mengarah ke tradisi menurut kepercayaan kejawen dan bukan ajaran islam.
Marcel mengungkapkan bahwa kebanyakan orang berkunjung dengan melakukan ziarah ke makam atau pesarean Eyang Jugo yang berada di kawasan lereng Gunung Kawi.
Baca Juga: Nunung Srimulat Habiskan 6 Tabung Oksigen di Lokasi Syuting Film Pesugihan Sate Gagak, Ada Apa?
Menurut kesaksian sang juru kunci, peziarah yang datang diketahui merupakan politisi atau keluarga pejabat ternama, bahkan ada pula dari kalangan artis.
"Jadi kalo ke Gunung Kawi banyak pejabat yang melakukan ziarah katanya, kadang semacam tradisi, cuma syarat aja bawa kembang tujuh rupa sama dupa terus ngucapin permintaan," jelasnya.
"Kalau mau doa (ziarah) di sini nggak dipungut biaya, sedekah seikhlasnya, kecuali kalau ada nazar. Misalnya ada orang yang nazar kalau keinginannya tercapai dia mau beli kambing, ya dibelikan, tapi kami gak wajib menagih itu," tuturnya.
Baca Juga: Geger! Warga Temukan Benda-Benda Mencurigakan Diduga Sarana Ritual di Pantai Watu Ulo Jember
Namun, sang juru kunci juga menegaskan bahwa doa yang dipanjatkan peziarah juga bukan untuk mengajukan permintaan duniawi karena hal tersebut termasuk perbuatan musyrik.