Tidak hanya itu, Ferry juga mengungkapkan pengalaman nyata seorang temannya yang pernah kuliah di STAN namun akhirnya drop out (DO).
“Ada pengalaman yang menarik. Gue punya temen, DO dari STAN semester 4. Setelah drop out, dia meneruskan kuliah di tempat yang lain. Lulus, tes Kemenkeu, lolos, satu kantor,” jelasnya.
Bahkan temannya tersebut berhasil menempati posisi yang lebih tinggi dari pada dirinya saat itu.
“Gue masuk Kemenkeu 2013, dia mungkin sekitar 2018. Pangkat dan golongannya waktu itu lebih tinggi,” bebernya.
Namun, Ferry tidak sepenuhnya melarang masyarakat untuk kuliah di STAN jika memang berasal dari keluarga yang kurang mampu.
“Cuma, kalau kamu berasal dari keluarga yang nggak mampu atau nggak ada pilihan kuliah lagi karena biaya, STAN jadi opsi yang bagus,” jelasnya.
Ferry mengakui bahwa mahasiswa yang berkuliah di STAN memiliki otak yang luar biasa cerdas yang membuatnya terheran-heran.
“Lalu selain itu benefit yang gue dapet, lingkungannya, orang-orang bisa sepinter itu, ya. Heran,” tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!