"Lagi-lagi ada artis yang blunder pake konsep foto anomali. Dalihnya sih mau mengangkat tema tentang gender equality. Tapi coba pikirkan secara logika. Suami mengenakan pakaian pengantin perempuan dan istri mengenakan pakaian pengantin laki-laki, dimana letak makna gender equalitynya?" ujarnya.
"Kenapa tidak konsep foto dimana sang istri memasak, suami mencuci piring. Istri mencuci baju, suami menjemur. Bukankah lebih nyambung dengan konsep gender equality yang ingin diangkat?" tuturnya.
Dalam unggahannya, Ridzqi juga mengutip hadis mengenai larangan laki-laki menyerupai perempuan maupun sebaliknya.
"Laki-laki menyerupai perempuan dan perempuan menyerupai laki-laki jelas keharamannya dalam Islam. Bahkan Allah dan Rasul-Nya melaknat seseorang yang berperilaku demikian dan tergolong sebagai dosa besar dan dianggap salah satu kemungkaran yang kian merajalela," imbuhnya.
Ia menegaskan bahwa tindakan menyerupai lawan jenis dianggap tidak sesuai dengan ajaran Islam dan tidak pantas untuk dijadikan konsumsi publik, terlebih dilakukan oleh figur publik yang memiliki pengaruh besar di media sosial.
"Kalaupun disebut ekpresi seni, yang terkadang diekspresikan dalam bentuk yang abstrak dan intuitif, konsep yang kebablasan sampai tidak memperhatikan norma-norma yang ada dan bahkan melanggar aturan Tuhan tidak dapat dibenarkan," tegasnya.
"Jangan normalisasi hal-hal seperti ini. Katakan yang salah itu salah. Katakan yang dosa itu dosa. Katakan yang tidak normal itu tidak normal," lanjutnya.
Menurut Ridzqi, hal-hal yang dianggap sepele justru bisa berdampak besar terhadap pola pikir masyarakat apabila terus dianggap wajar.
Ia juga menyoroti fenomena konten serupa yang semakin sering muncul di media sosial, mulai dari laki-laki berdandan seperti perempuan hingga perempuan yang tampil menyerupai laki-laki dengan dalih hiburan atau seni.
"Justru karena mereka adalah publik figur, maka harus ada teguran, karena segala sesuatu yang mereka perlihatkan, yang mereka posting, yang mereka buat, akan dilihat dan dapat mempengaruhi pola pikir banyak orang," tuturnya.
Baca Juga: Dibilang Kehilangan Ciri Khas, Rina Nose Jawab Santai Kritik Operasi Plastik dengan Gaya Humoris
"Sering dianggap sepele memang, padahal dampak negatifnya besar. Perilaku LGBTQ+ bisa bermula dari foto-foto anomali seperti itu. Banyak yang memuji mereka yang beranimendobrak norma-norma yang berlaku di masyarakat padahal tidak sar bahwa itu adalah dosa," ujarnya.
Ridzqi pun berpesan agar kejadian ini tak kembali terulang agar bisa menjadi pelajaran bagi publik figur lainnya untuk lebih bijak dalam mengunggah konten di media sosial.