showbiz

Selain 'Aku Harus Mati', 6 Film Indonesia Ini Pernah Menuai Kontroversi, Ada yang Sampai Diboikot hingga Dihentikan Penayangannya di Bioskop

Senin, 6 April 2026 | 14:30 WIB
Potret poster film Kiblat hingga Kucumbu Tubuh Indahku yang judul sensitif dan poster yang mempromosikan adegan kontroversial (Instagram/moviecozy)

"Makmum" sempat menjadi perdebatan di kalangan masyarakat karena dikhawatirkan akan membuat orang-orang takut beribadah di malam hari. Meski begitu, film ini mendapat respons positif bahkan dibuat sekuel yang tayang 2021.

6. Tanda Tanya (2011)

Film "?" (Tanda Tanya) garapan sutradara Hanung Bramantyo memicu perdebatan publik karena menyebarkan pesan prularisme hingga menuai protes dari FPI (Front Pembela Islam).

Namun, Hanung menyebut film besutannya ini diangkat dari masalah pluralisme agama dan inti cerita yang kontroversial yang dimaksudkan untuk melawan penggambaran Islam sebagai "agama radikal".

Baca Juga: Sams Studio Nekat Tetap Tayangkan Merah Putih One For All di Tengah Gelombang Hujatan Netizen dan Sorotan Soal Kualitas Animasi

Meski sempat menuai kontroversi, film "?" berhasil masuk 8 nominasi dan meraih Piala Citra memenangkan kategori Tata Sinematografi Terbaik FFI 2011.

Itulah sederet film yang pernah menuai kontroversi. Polemik pemasangan billboard "Aku Harus Mati" kembali mengingatkan bahwa promosi film bukan sekadar soal menarik perhatian, tetapi juga tentang tanggung jawab sosial.

KPAI berharap dengan adanya polemik ini menjadi pembelajaran sehingga pesan yang disampaikan dalam mempromosikan film harus mempertimbangkan dampaknya secara luas.

Publik berharap industri film Indonesia bisa lebih sensitif dan tidak mengangkat judul atau strategi promosi yang meresahkan masyarakat.***

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Tags

Terkini