Baru-baru ini, Tasya membeberkan beberapa kontribusinya untuk Indonesia selama dan setelah lulus kuliah di luar negeri.
Kontribusi ini dijabarkan di akun Instagram @tasyakamila pada 24 Februari 2026 berdasarkan penelusuran tim SketsaNusantara.id.
Penjelasan ini merupakan jawaban untuk banyaknya pertanyaan yang datang dari masyarakat terkait alumni penerima beasiswa LPDP.
“Izinkan aku melaporkan apa saja yang sudah kulakukan selama periode masa bakti LPDP dalam berkontribusi pada bangsa,” tulis Tasya dikutip oleh tim redaksi.
Di Columbia University, istri dari Randi Bachtiar ini mengambil jurusan Public Administration in Energy and Environmental Policy.
Sebelum menjadi penerima beasiswa LPDP, Tasya sudah terlebih dahulu bekerja sebagai penyanyi dan aktor.
“Sedari mendaftar LPDP, aku sudah bekerja di bidang industri kreatif sebagai penyanyi, aktor, public speaker, dan figur publik,” lanjutnya.
Alasannya berkuliah di jurusan tersebut karena Tasya memiliki ketertarikan di bidang lingkungan hidup dan perumusan kebijakan publik.
“Sejak tahun 2005 sudah mengemban tugas sebagai Duta Lingkungan Hidup. Selain itu, aku punya cita-cita jadi Menteri,” ungkapnya.
Selain itu, selama berkuliah Tasya juga aktif di organisasi internasional dan mampu lulus tepat waktu dengan IPK 3,75.
“Aktif di organisasi pemuda internasional di bawah naungan PBB: Suistanable Development Solutions Network – Youth, mewakili pemuda Indonesia,” imbuhnya.
Karena aktif di organisasi, maka tidak heran jika Tasya sering mengisi berbagai forum internasional.
“Kerap menghadiri forum PBB di New York sebagai delegasi Indonesia, moderator, dan peserta,” sambungnya.
Tidak hanya aktif di organisasi, pelantun lagu ‘Libur Telah Tiba’ ini juga telah mengembangkan sebuah proyek di Sumba, NTT.
“Berkontribusi untuk Indonesia dengan memanfaatkan resource kampus untuk mengembangkan proyek Desa Mandiri Energi di Sumba, Nusa Tenggara Timur,” ujarnya.