SketsaNusantara.id - Komika Bintang Emon dan sejumlah publik figur Indonesia seperti Arie Kriting hingga Teuku Zacky, turut berduka atas tragedi yang menimpa Arianto Tawakal.
Arianto yang saat itu bersama kakaknya mengendarai sepeda motor, secara tak terduga mendadak dihantam oknum Brimob dengan helm taktis hingga terjatuh, dan mengalami pendarahan parah di bagian kepala.
Remaja berusia 14 tahun dari Kota Tual, Maluku, itu kehilangan nyawa saat karena dituduh ikut terlibat dalam balapan liar, padahal kala itu Arianto bersama kakaknya sedang dalam perjalanan pulang usai sholat subuh dari surau dekat rumah.
Peristiwa tragis ini terjadi pada hari Kamis, 19 Februari 2026 dan menuai kecaman dari berbagai pihak. Sejumlah publik figur turut menyuarakan kejadian tragis ini dan turut menyampaikan ucapan belasungkawa di media sosial.
Salah satunya adalah komika Bintang Emon. Melalui unggahan di akun Instagramnya, ia mengkritik kepolisian sebagai institusi yang seharusnya menjadi pelindung, namun kenyataanya kerap mengecewakan masyarakat.
"Orang-orang yang memaki polisi bukan karena mereka ingin membenci, bukan. Polisi baik ada, dan yang buruk pun juga ada, tapi sikap sebagai instansi kerap mengecewakan," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari unggahan akun Instagram @bintangemon pada hari Senin, 23 Februari 2026.
"Polisi adalah profesi yang kuat, dan dipercaya memegang senjata sebagai penentu keadilan. Wajar ekspektasi kami tinggi," lanjutnya.
Bintang juga menyoroti sejumlah kasus yang melibatkan oknum kepolisian, yang penanganannya dinilai kurang tegas. Ia menyebut, dalam beberapa kasus, aparat yang melakukan kekerasan tidak mendapat hukuman setimpal, sementara institusi justru menonjolkan pemberian bantuan kepada korban, seolah untuk memperbaiki citra kepolisian yang sudah terlanjur buruk di mata masyarakat.
"Hukuman keras dan penindakan tegas yang harusnya menjadi obat dari beberapa hal yang belum sempurna, tidak bisa digantikan dengan aksi simpatik membantu pedagang tua, memberi motor atau anak tukang becak lolos akpol," katanya.
"Maaf kata-kata kami terasa kasar, tapi kata-kata baik sepertinya kurang cocok untuk menyatakan ketidakadilan ini," pungkasnya.
Tak hanya itu, aktor Arie Kriting juga menyayangkan tragedi seperti ini kembali terjadi. Bintang film "Agak Laen" itu menyoroti dua persoalan yang belakangan ini viral di media sosial, dan kembali mengusik nasionalisme serta rasa kemanusiaannya.
"Betapa membingungkan hidup di negara ini. Baru kemarin rasa nasionalisme-ku terusik karena seorang penerima beasiswa yang hidup dari uang pajak kita merendahkan negara ini, tapi hari ini aku membaca berita seorang pelajar madrasah dibunuh aparat," tulisnya dalam unggahan di akun Instagram @arie_kriting pada hari Minggu, 22 Februari 2026.
"Sedih hatiku. Tuhan, lembutkankah hati para ksatria kami. Jadikanlah kekuatan dan senjata mereka untuk melindungi anak-anak bangsa ini," pungkasnya.