Isu yang semula hanya membahas etika konser kini berkembang menjadi diskursus tentang rasisme, hierarki budaya, yang bisa merusak citra bangsa. Di tengah derasnya arus digital, satu komentar negatif bisa berdampak besar pada hubungan antar negara.
Perseteruan SEAblings vs Knetz pun menjadi contoh nyata bagaimana ruang media sosial dapat berubah menjadi arena pertarungan reputasi global.
Seperti yang disinggung Rhenald Kasali, daya tarik sebuah bangsa tidak hanya dibangun dari karya dan budayanya, tetapi juga dari sikap warganya dalam berinteraksi dengan negara lain.
Fenomena SEAblings vs Korea Selatan ini juga bisa menjadi peringatan bagi Indonesia untuk lebih berhati-hati dan lebih bijak dalam bermedia sosial.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini