showbiz

Apa itu Hierarki Budaya? Rhenald Kasali Soroti Perseteruan SEAblings vs Knetz yang Bisa Meruntuhkan Soft Power Korea Selatan, Begini Penjelasannya

Sabtu, 21 Februari 2026 | 07:03 WIB
Potret Rhenald Kasali singgung soal hierarki budaya saat soroti fenomena SEAblings vs Knetz yang kian memanas di media sosial (Instagram/rhenald.kasali)

SketsaNusantara.id – Rhenald Kasali ikut menyoroti perseteruan  antara warganet Asia Tenggara (ASEAN) melawan netizen Korea Selatan (Knetz) yang belakangan viral di media sosial X hingga menyinggung soal hierarki budaya.

Perseteruan yang bermula dari perdebatan etika konser itu masih terus bergulir bahkan mulai membawa dampak bagi beberapa influencer Korea yang ikutan kena mental akibat fenomena ini.

Sebagaimana diketahui, polemik yang dikenal dengan istilah SEAblings vs Knetz ini berawal dari insiden di konser band Korea Selatan DAY6 di Malaysia pada akhir Januari 2026 lalu.

Saat itu, sejumlah fansite asal Korea Selatan menuai kritik karena membawa kamera profesional berukuran besar yang dinilai menghalangi pandangan penonton lain dan melanggar aturan konser.

Baca Juga: Apa itu SEAblings? Inilah Arti Istilah yang Muncul di Tengah 'Keributan' Warganet ASEAN vs Knetz, Bentuk Solidaritas Asia Tenggara yang Ramai Disorot

Teguran yang awalnya sebatas persoalan teknis justru melebar ke media sosial. Perdebatan berubah menjadi saling serang antarwarganet lintas negara, diduga karena netizen Korea tak terima karena adanya pelanggaran penyebaran data pribadi di media sosial.

Situasi makin memanas ketika sebagian Knetz melontarkan komentar bernada merendahkan, termasuk hinaan fisik dan warna kulit terhadap warga Asia Tenggara, termasuk Indonesia.

Komentar bernada rasis tersebut memicu solidaritas lintas negara ASEAN. Warganet Indonesia, Malaysia, Thailand, Vietnam hingga Filipina kompak membela satu sama lain.

Hal ini kemudian menjadi sorotan publik hingga istilah "SEAblings" kembali menggema di media sosial sebagai simbol solidaritas persaudaraan warga Asia Tenggara di dunia digital.

Baca Juga: Trending di X! Warganet Asia Tenggara Mendadak Kompak Saling Bela Gegara Komentar Rasis dari Netizen Korea Selatan, Ternyata Begini Awal Mulanya

Rhenald Kasali ikut angkat suara mengenai hal ini. Melalui akun Instagram pribadinya, akademisi berusia 65 tahun itu menilai perseteruan SEAblings vs Knetz ini bukan sekadar konflik fandom biasa hingga menyinggung soal hierarki budaya.

"Perseteruan netizen ASEAN dan Korea Selatan ini berawal dari hal yang tampak sepele, sebuah konser. Tapi respons yang muncul membuka sesuatu yang lebih besar, melainkan soal hierarki budaya dan cara sebuah bangsa memandang bangsa lain," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @rhenald.kasali pada hari Sabtu, 21 Februari 2026.

Secara sederhana, hierarki budaya adalah cara pandang yang menempatkan bahwa ada budaya atau bangsa yang menganggap dirinya berada di posisi "lebih tinggi", "lebih maju", atau "lebih superior" dibanding bangsa lainnya.

Hal tersebut yang ditonjolkan netizen Korea dalam komentar rasis yang memandang negara-negara ASEAN, termasuk Indonesia, sebagai negara yang "kurang maju", "miskin" atau inferior. Pandangan ini kemudian keluar dalam bentuk komentar merendahkan, termasuk hinaan fisik dan warna kulit yang bernada rasis.

Halaman:

Tags

Terkini