Menariknya, Arie juga menyinggung ada beberapa nama orang Indonesia yang masuk dalam Epstein files. Namun, ia tak mau menyebutkan secara detail yang kemudian jadi perbincangan hangat warganet di kolom komentar.
"Denger-denger ada nama Hari Tanoe sampe Pak Mul (Jokowi) dan SM (Sri Mulyani), tapi emang kan dia temen bisnis Trump, kayanya gak ada hubungannya sama Epstein cuma ngeri aja circle Presiden AS ini," komentar salah satu warganet.
"Dulu sempat dengar konspirasi ini dan sekarang merinding banget dengernya setelah terkuak di Epstein Files. Donald Trump aja dibilang orang yang paling parah jahatnya sama Epstein, mereka ibaratnya lakuin pegugihan secara internasional, naudzubillahi mindzalik," imbuh warganet lainnya.
Berdasarkan penelusuran dari situs resmi Dewan Kehakiman AS, diketahui ada beberapa nama orang Indonesia yang termasuk dalam list Epstein.
Beberapa di antaranya adalah Hary Tanoesoedibjo, Eka Tjipta Widjaja, mantan presiden Soeharto, bahkan sekilas disebutkan nama Joko Widodo (Jokowi) hingga Sri Mulyani.
Namun, perlu digarisbawahi bahwa nama-nama dalam dokumen tersebut bukan berarti mereka terlibat dalam kejahatan Epstein.
Banyak dokumen yang hanya sekedar kliping berita dan catatan administratif hingga laporan analisis yang dikumpulkan dari hasil penyitaan dokumen.
Nama Hari Tanoesoedibjo disebutkan dalam Epstein files sebagai pengusaha yang diduga ikut dalam rencana proyek Donald Trump Residences di Indonesia yang rencananya akan dibangun di Bogor hingga Bali.
Nama pendiri SinarMas, Eka Tjopta Widjaja juga disebutkan sekilas dalam transaksi properti pada tahun 2009 lalu.
Sementara itu, nama Jokowi dan Sri Mulyani hanya sekilas muncul dalam kliping berita yang dikumpulkan Epstein. Sedangkan nama Soeharto muncul sebagai subjek kajian sejarah politik Indonesia.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini