Petualangan Nakula dan Sadewa pun berakhir ketika Sang Kuni, si tikus korup itu kabur melalui celah lubang sempit dan tak terdeteksi keberadaannya setelah menghilang dari sistem pemantauan.
Namun, di penghujung video, tampak Sang Kuni kembali muncul dan berubah menjadi tikus raksasa dan menjadi ancaman bagi kota digital.
Iklan ini sontak menyita perhatian publik. Banyak warganet memuji kualitas visualnya yang dinilai menakjubkan, lengkap dengan efek dramatis dan narasi intens yang membuatnya terasa seperti potongan trailer film layar lebar.
Tak sedikit pula yang menyoroti pesan sosial dalam iklan terbaru Marjan, terutama mengangkat tema pemberantasan koruptor yang dianggap relevan dengan situasi Indonesia saat ini.
Menariknya, nama karakter utama yakni Nakula dan Sadewa diambil dari tokoh pewayangan Jawa. Sementara itu, musuh utama yang dihadapi karakter utama adalah koruptor yang digambarkan sebagai "tikus rakus".
Tokoh antagonis Sang Kuni mengingatkan publik pada Sengkuni, karakter dalam kisah Mahabharata yang dikenal licik, manipulatif, dan pandai menghasut.
Penggambaran koruptor sebagai "tikus rakus" pun menjadi simbol yang mudah ditangkap oleh penonton, merujuk pada tokoh antagonis yang menjadi musuh besar Indonesia saat ini.
"Gak pernah sesenang ini tiap kali iklan Marjan keluar. Selalu ada cerita baru, cuma di Indoe iklan sirup serasa nonton trailer movie action, kualitasnya gak kalah kaya punya Marvel," tulis warganet.
"MCU (Marjan Cinematic Universe) emang paling ditunggu-tunggu, pertanda bulan Ramadan semakin dekat. Suka banget sama cerita kali ini, pas sama kondisi negara kita yang lagi sakit digerogoti koruptor rakus," komentar salah satu warganet.
Diketahui, iklan tersebut merupakan karya anak bangsa yang diproduksi oleh Nayfosindo Production, rumah produksi peraih penghargaan Citra Pariwara 2017.
Menariknya, meski mengusung visual futuristik dan CGI yang memukau, iklan ini ternyata diproduksi tanpa menggunakan teknologi AI (artificial intelligence atau kecerdasan buatan). Seluruh visual dihasilkan melalui proses teknis grafis dan sinematografi yang detail dan matang.