SketsaNusantara.id - Sama-sama berstatus sebagai tersangka, perseteruan antara Dokter Detektif (Doktif) dan dr. Richard Lee kini semakin melebar.
Dari masalah produk kecantikan kini semakin melebar ke ranah personal, bahkan termasuk status keagamaan.
Tak lagi hanya berfokus pada hasil uji laboratorium skincare, Doktif kini secara terang-terangan mempertanyakan keabsahan status mualaf Richard Lee.
Dihadapan awak media, Doktif melontarkan tudingan serius bahwa perpindahan keyakinan yang diumumkan Richard Lee pada awal 2025 lalu hanyalah kedoknya semata.
"Doktif tahu bahwa DRL (Richard Lee) tidak pernah menjadi seorang muslim, itu hanya kedok untuk mendapatkan simpati dari masyarakat Indonesia," ungkap Doktif dikutip dari kanal YouTube Reyben Entertainment.
Meski pernyataannya ia sadari sebagai sebuah pernyataan yang sensitif namun dengan berani Doktif menyatakan bahwa ia siap mempertanggungjawabkannya.
"Doktif mendengar dari pernyataan pendetanya bahwa memang beliau tidak pernah menjadi seorang muslim," ungkapnya.
Bahwa ia berani melontarkan tuduhan tersebut sebab ia mengetahui status agama Richard Lee sebenarnya dari pendetanya sendiri.
"DRL ini sangat membenci yang namanya Islam, mungkin kalian tahu yang kasus Emilia Miron kalau enggak salah, dari rekaman suara pewarta Injil dari sana kita tahu bahwa DRL ini sangat membenci Islam," tegasnya.
Berdasarkan dari kesaksian beberapa orang yang ia percaya, maka Doktif menyimpulkan bahwa Richard Lee sedang melakukan penistaan agama.