SketsaNusantara.id - Pandji Pragiwaksono menyampaikan permohonan maaf lantaran materi dalam pertunjukan stand up comedy yang dibawakannya menuai kontroversi karena disebut-sebut telah menghina adat masyarakat Toraja.
Belakangan ini, komika berkepala plontos itu mendapat sorotan tajam usai video dalam pertunjukan "Mesakke Bangsaku" pada tahun 2013 lalu kembali viral di media sosial.
Dalam pertunjukan tersebut, Pandji menyinggung adat pemakaman Toraja yang dinilai menghabiskan banyak biaya.
Selain itu, ia menilai kebiasaan masyarakat Toraja yang menyimpan jenazah di dalam rumah sebelum upacara pemakaman juga dapat mengganggu kenyamanan ketika ada tamu.
"Pasti ada yang tahu, di Toraja kalau ada anggota keluarga yang meninggal makaminnya itu pakai pesta yang mahal banget, Bahkan banyak orang Toraja yang jatuh miskin habis bikin pesta untuk pemakaman keluarganya dan banyak yang nggak punya duit untuk makamin akhirnya jenazahnya dibiarin aja gitu," kata Pandji dikutip dari potongan video yang diunggah akun Instagram @lambegosiip.
"Ini praktik yang umum, misalkan ada anggota keluarganya yang meninggal, nggak punya duit nih, jenazahya ditaruh aja di ruang tamu. Untuk keluarganya (almarhum) sih biasa-biasa aja, tapi kan kalau ada yang bertamu bingung kan kalau mau nonton apa pun berasa horor," ujarnya.
"(Misal) lagi nonton apapun Teletubbies gitu, berasa ngeri. Tuh Tinky Winky nakutin ya lompat-lompat (seperti hantu) ada kuncirnya di atas," ucap Pandji dengan melakukan impersonasi yang mengundang gelak tawa penonton.
Video lawakan Pandji tersebut ramai jadi sorotan dan menuai polemik karena dinilai melukai perasaan masyarakat adat Toraja yang sedang berduka.
Juri Stand Up Comedy Indonesia (SUCI) itu bahkan dilaporkan ke polisi oleh Aliansi Pemuda Toraja dan menghadapi tuntutan denda adat berupa 50 ekor kerbau.
Baca Juga: Pandji Pragiwaksono Bela Program MBG di Tengah Sorotan Kasus Keracunan Ribuan Siswa
Terkait hal ini, Pandji menyampaikan permintaan maaf. Melalui akun Instagram pribadinya, ia menyadari bahwa materi lawakan yang dibawakannya itu dinilai tak pantas karena kurangnya pengetahuan mengenai adat Toraja.
"Kepada masyarakat Toraja yang saya hormati. Dalam beberapa hari terakhir, saya menerima banyak protes dan kemarahan dari masyarakat Toraja terkait sebuah joke dalam pertunjukan Mesakke Bangsaku tahun 2013," tulisnya dikutip SketsaNusantara.id dari postingan akun Instagram @pandji.pragiwaksono yang diunggah hari Selasa, 4 November 2025.