Inspirasi ini datang dari pengalamannya menggarap film horor seperti Pengabdi Setan dan Perempuan Tanah Jahanam, yang sama-sama menempatkan karakter dalam ruang terbatas.
Film dengan konflik antar-narapidananya dan suasana klaustrofobik menjadi latar ideal untuk memadukan ketegangan horor dan humor.
Apalagi, musuh bebuyutan di dalam sel terpaksa bersatu demi menghadapi ancaman supranatural, menambah dinamika cerita yang menarik.
5. Riset Film Sejak 2018
Menariknya, proses penelitian film ini memakan waktu yang cukup panjang hingga 6 tahun. Sejak tahun 2018 hingga 2024, Joko Anwar dan tim mendalami berbagai aspek, mulai dari kehidupan nyata di penjara, dinamika sosial para pengganti, hingga elemen horor yang autentik.
“Kita bangun set penjara mulai dari gerbang utama, tempat pembantu orientasi, sel-sel dengan berbagai macam ukuran dan bentuk, dapur, toilet, tempat ibadah, bahkan sampai lapangan untuk mereka tiap hari nongkrong,” ujar produser Tia Hasibuan.
Baca Juga: Joko Anwar akan Rilis Film Baru, Non Horor, Netizen Bocorkan Judul Cerita
“Selnya juga dibikin pevel 2, seperti di penjara Sukamkskin, plus untuk kebutuhan artistiknya memang disetting mirip penjara di Indonesia,” tuturnya.
Hal ini menunjukkan keseriusan Joko Anwar untuk menghadirkan karya berkualitas. Tak heran jika film-film sebelumnya seperti "Pengabdi Setan" dan "Perempuan Tanah Jahanam" meledak di Box Office Indonesia.
6. Dijadwalkan Tayang 2026
Ghost in the Cell telah menyelesaikan proses syuting dan kini memasuki tahap pasca produksi.
Film ini dijadwalkan tayang di bioskop pada tahun 2026. Meski tanggal rilis resminya belum diumumkan, antusiasme penggemar sudah terasa.
Terlebih dengan reputasi Joko Anwar yang konsisten menghadirkan karya berkualitas membuat publik tak sabar menunggu kejutan apa lagi yang akan ia suguhkan dalam film terbarunya ini.