Halte yang berada di Jalan Ciledug Raya ini ternyata punya makna mendalam dalam perjalanan karier D’MASIV.
Dijelaskan Rian, Jalan Ciledug Raya merupakan kawasan yang menjadi saksi perjuangan karier bermusik D’MASIV.
“Jalan Ciledug Raya ini punya cerita yang nggak akan pernah bisa kami lupakan, karena kami dulu berjuang dari minus di jalan ini,” ucap Rian.
Dikatakan Rian, dulunya D’MASIV selalu berlatih di salah satu studio musik di kawasan Petukangan, Jakarta Selatan, yakni Blewa Studio.
Baca Juga: Kabar Gembira Bagi Calon Pemudik, Pemerintah Telah Turunkan Harga Tiket Pesawat dan Tol
3. Kado ulang tahun D’MASIV
Penamaan Halte Petukangan D’MASIV bak kado ulang tahun bagi band yang telah menginjak usia 22 tahun ini.
Terlebih lagi, peresmian nama halte tersebut dilakukan tepat di hari ulang tahun D’MASIV, yakni 3 Maret.
Rian menjelaskan, tidak mudah bagi sebuah band bisa bertahan lama hingga menyentuh usia 22 tahun.
4. Biaya pembelian naming rights oleh D’MASIV
Welfizon Yuza selaku Dirut Transjakarta enggan membeberkan angka pasti biaya pembelian hak penamaan yang dilakukan D’MASIV.
Senada, Rian juga tak memberikan jawaban konkret terkait harga pembelian hak penamaan halte tersebut.
"Pokoknya spesial," singkat Rian.
Namun diduga kuat, biaya pembelian hak penamaan ini mencapai miliaran rupiah.