SketsaNusantara.id- Gus Ipang Wahid, kemenakan Gus Dur turut memberikan pesan dari kasus Gus Miftah.
Sampai saat ini, huru-hara Gus Miftah usai mengolok-olok pedagang es teh masih menjadi sorotan.
Hingga ada beberapa tokoh terkenal memberikan wejangan kepada dirinya melalui media sosial. Salah satunya Gus Ipang Wahid.
Gus Ipang Wahid mengungkap bahwa ia adalah sahabat dari Gus Miftah. Sehingga ia begitu mengenalinya.
Melalui Instagram @ipangwahid, ia menyebutkan tiga ciri khas dari sahabatnya tersebut. Yakni nyentrik, nyeplos dan nyawer.
Gus Ipang Wahid menilai sahabatnya sebagai sosok yang memiliki penampilan nyentrik daripada pendakwah lain.
Menggunakan blankon, rambut gondrong dan kacamata hitamnya yang khas begitu menarik perhatian.
Kemudian nyeplos, salah satu ciri khasnya yang kerap menimbulkan pro dan kotra dari kalangan publik.
"Entah sudah berapa puluh kali saya hadir di pengajian GM. Dari mulai gang sempit, hotel mewah, rumah mega influencer, hingga kawasan lokalisasi di Sarkem. Gaya bicaranya ya begitu. Nyablak, spontan & terkadang terdengar kasar," ujar Gus Ipang Wahid.
Itulah yang menjadi buntut dirinya berbicara spontan kepada pedagang es teh. Sejak itu, Gus Miftah kembali viral.
Di samping terkenal sebagai sosok yang blak-blakan ketika berbicara atau berdakwah. Ia juga terkenal dengan orang yang gemar bersedekah.
Artikel Terkait
Digembleng Prabowo di Lembah Tidar, Adik Gus Dur Usul Cak Imin dan Gus Ipul Ditempatkan di Satu Tenda! Apa Alasannya?
Amalan Sunan Ampel, Kyai Hasyim Asy'ari, hingga Gus Dur untuk Pembuka Aliran Rezeki yang Deras
Ramai Orang Datangi Rumah Pedagang Es Teh Pasca Dihina Gus Miftah, Ustadz Rifky Tegaskan Hal Penting Satu Ini untuk Membantu
Soroti Sikap Ksatria Gus Miftah, Presiden Prabowo Tanggapi Pengunduran Dirinya dan Segera Cari Pengganti
Usai Mundur dari Jabatan Utusan Khusus Presiden, Terungkap Gaji dan Tunjangan Gus Miftah Ternyata Segini
Erick Estrada Beberkan Voice Note Yati Pesek yang Mengaku Sakit Hati Usai Dihina Gus Miftah, Desak Mantan Utusan Khusus Presiden Minta Maaf