"Indonesia memang terkenal dengan keterbukaan mereka dalam berkarya dan kehebatan sinematografinya, tapi kita sebagai penonton juga perlu bijak memilih tontonan," ungkapnya.
"Bulan ini saja ada 2 film er**ika islami yang dirilis Netflix, ada Ipar Adalah Maut dan Tuhan, Izinkan Aku Berdosa," imbuh akun @WVGIF.
Akun tersebut juga mengkritik kedua film garapan Hanung Bramantyo yang dianggap dikemas secara islami, padahal isinya sarat akan adegan dewasa yang tak pantas dipertontonkan di layar lebar.
Tak hanya itu, akun @WVGIF juga mengingatkan publik untuk belajar agama dari ulama ketimbang belajar dari tontonan yang kurang pantas ditonton.
"Ketika kita menjadi sangat putus asa secara spiritual, mengapa kita begitu antusias menonton film 'Islami' yang penuh adegan p**** daripada belajar dari ulama sesungguhnya yang benar-benar kredibel?" tuturnya.
"Apakah kita begitu malas hingga rela memberi makan jiwa kita dengan 'makanan cepat saji' untuk kesenangan menonton film? Tenangkan diri kalian bertindaklah dengan benar," pungkas akun @WVGIF.
Cuitan akun tersebut menuai perdebatan di media sosial. Banyak warganet yang mengaku sependapat dengan warganet Malaysia tersebut dan menganggap ada adegan yang lebih sopan untuk diperlihatkan pada publik.
"Setuju! sejak awal udah gak tertarik dengan film ini. Sangat tidak mendidik kalo dilihat banyak adegan ranjang, apalagi ditampilkan berulang-ulang seolah-olah menormalisasi hal-hal yang tidak dibenarkan agama," komentar akun @yuyun.itha.
"Sebenernya bisa kok dikemas sesopan mungkin, tanpa menampilkan sisi vulgarnya. Adegan perselingkuhan kan gak harus, memperlihatkan scene hubungan badan, malah jadi malu sendiri lihatnya mengkhawatirkan juga takutnya film perselingkuhan kaya gini malah ngajarin orang lain buat main serong," imbuh akun @imelljs.
Namun, ada pula warganet yang tak sependapat dengan akun tersebut dan menyebut ada banyak aspek yang bisa diambil pelajaran ketimbang mengomentari adegan tak senonoh.
"Dear negara tetangga, masih ada banyak kok yang bisa diambil pelajaran dari film itu meski dari segi tampilan memang kurang sedap dipandang mata, bahwa film tersebut ingin mengingatkan kita bahayanya mengizinkan orang asing masuk dalam kehidupan rumah tangga, bahkan ipar sendiri bisa jadi maut," komentar akun @handayani_wr.
"Semua film ada kurang ada lebihnya. Balik lagi ke pribadi masing-masing dalam menyikapinya. Kebetulan 2 film itu bernuansa islami sampe dikira film religi. Contohnya film 'Home Alone' juga bukan film religi meski diceritakan itu keluarga Kristen menyambut Natal, atau animasi 'Avatar' juga belum tentu dianggap penganut Buddha," imbuh akun @mw_kapz7890.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Profil dan Biodata Davina Karamoy, Perankan Karakter Rani 'Pelakor' di Film Ipar Adalah Maut
Davina Karamoy Saudara Angel Karamoy? Ini 5 Fakta Menarik Pemeran Rani di Film Ipar Adalah Maut, Ternyata Kembar 5
Alasan Kocak Fedi Nuril Tak Mau Jadi Pemeran Aris di Film Ipar Adalah Maut, Netizen: Menyala Fahri
Reaksi Tak Terduga Fedi Nuril Saat Ditanya Netizen Mengapa Tak Perankan Aris di Film Perselingkuhan Ipar Adalah Maut
Geregetan Nonton 'Ipar Adalah Maut'? Simak 6 Rekomendasi Film Perselingkuhan yang Juga Menguras Emosi dan Bikin Cemburu