Arifin muda kemudian melanjutkan pendidikannya di Fakultas Sosial Politik Universitas Cokroaminoto Yogyakarta.
Di saat yang bersamaan, ia bergabung dengan Teater Muslim pimpinan Mohammad Diponegoro yang kemudian menjadi sosok gurunya tersebut.
Tahun 1968, Arifin yang saat itu berusia 27 tahun pindah ke Jakarta lalu mendirikan Teater Ketjil.
Karirnya di dunia perfilman sendiri dimulai pada tahun 1971 saat ia menjadi penulis naskah film Sanrego.
Lalu pada tahun 1977, barulah Arifin mulai terjun ke dunia penyutradraan dengan debut di film Suci Sang Primadona.
Tak jarang, dalam film-filmnya, Arifin berperan sebagai sutradara sekaligus penulis naskah.
Di antara karya-karyanya, film G30S PKI menjadi film yang cukup fenomenal, bahkan hingga saat ini.
Film yang menelan biaya Rp800 juta kala itu terus menjadi perbincangan jelang peringatan peristiwa G30S PKI setiap tahunnya.
Berkat film ini jugalah, Arifin meraih Piala Citra dalam kategori Skenario Terbaik di Festival Film Indonesia (FFI) tahun 1984.
Suami artis Jajang C Noer ini juga meninggalkan banyak karya sebelum akhirnya menghembuskan nafas terakhir pada 28 Mei 1995.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
3 Kejanggalan Film G30S PKI yang Dulu Tayang Tiap Tahun, Sempat Bikin Sutradara Arifin C Noer Kecewa, Kenapa?
11 Pemeran Film Pengkhianatan G30S PKI, Ada Seniman hingga Letnan TNI, Siapa yang Jadi Soeharto dan Soekarno?
Kenapa Lagu Genjer-Genjer Dilarang? Inilah Kisah di Balik Salah Satu Lagu di Film G30S PKI Karya Musisi Banyuwangi
11 Film Wati Siregar, Artis Senior Ibunda Sonny Septian dan Elma Theana yang Meninggal Dunia
Sinopsis Film G30S PKI yang Wajib Tayang di TV Era Orde Baru Beserta Daftar Pemainnya, Ada Budayawan Umar Kayam
Profil Umar Kayam, Pemeran Soekarno di Film G30S PKI, Sastrawan Serba Bisa yang Pernah Jadi Pejabat Era Orde Baru