Kamis, 4 Juni 2026

Melek Isu Lingkungan, 300.000 Pohon Bakau Ditanam HYBE Labels Sejak Tahun 2022

Photo Author
Wilda Wijayanti, Sketsa Nusantara
- Kamis, 25 Juli 2024 | 10:13 WIB
Gerakan HYBE LABELS buat gerakan tanam pohon.  (HYBE LABELS/pixabay. )
Gerakan HYBE LABELS buat gerakan tanam pohon. (HYBE LABELS/pixabay. )

SketsaNusantara.id - Belakangan ini, banyak perbincangan mengenai dampak industri K-Pop terhadap lingkungan.

Dengan banyaknya album yang dibeli dan kemudian dibuang berbondong-bondong, jumlah sampah yang dihasilkan dan pohon-pohon yang dirusak oleh perilaku ini sangatlah mencengangkan.

Meskipun beberapa perusahaan hiburan telah berjanji untuk mengambil langkah-langkah untuk mengurangi limbah yang mereka hasilkan.

Baca Juga: Profil Alam 'Mbah Dukun', Lolos Bacawali Kota Banjar Jalur Independen, Ini Sepak Terjangnya di Dunia Musik

Banyak penggemar K-Pop yang ragu bahwa hal tersebut benar-benar menjadi prioritas bagi banyak label tersebut.

Di lain sisi, pendiri SM Entertainment Lee Soo Man terkenal dengan rencananya untuk memerangi krisis iklim, bahkan pernah menyiapkan aespa untuk merilis lagu tentang sustainability.

Meskipun rencananya tidak pernah membuahkan hasil, dia tetap bertekad untuk melanjutkan inisiatif “greenism” miliknya, dan tampaknya tujuan ini akhirnya juga diterapkan pada label lain.

Baca Juga: Inilah Makam Arung Palakka, Sosok yang Memperjuangkan Kemerdekaan Rakyat Bugis, Lokasinya di...

Baru-baru ini terungkap bahwa HYBE Labels, bermitra dengan Environmental Foundation, telah menanam lebih dari 300.000 pohon bakau sejak tahun 2022.

Pohon-pohon tersebut ditanam di lahan seluas 60 hektar di wilayah Dacope di Distrik Khulna, Bangladesh.

Menurut Persatuan Internasional untuk Konservasi Alam (IUCN), sekitar 63 persen pohon bakau Sundarbans di dunia berlokasi di Bangladesh.

Baca Juga: Kisah Kekejaman Amangkurat I: Bantai Ribuan Ulama Demi Tahta, Peristiwa Tragis yang Jadi Titik Balik dalam Sejarah Kemunduran Mataram Islam

Namun hutan ini telah berkurang sebanyak 30 persen selama setengah abad terakhir karena pengembangan lahan, perluasan pertanian, dan cara-cara destruktif lainnya.

300.000 pohon yang ditanam HYBE diperkirakan menyerap sekitar 426.000 ton karbon selama dua dekade mendatang, sebagaimana dilansir SketsaNusantara.id.

Halaman:

Editor: Wilda Wijayanti

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X