Senin, 13 Juli 2026

Patricia Gouw Bongkar Modus Scam Tiket Pesawat via Google, Data Pribadi dan Rekening Jadi Sasaran

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Selasa, 26 Mei 2026 | 12:00 WIB
Waspada Penipuan Tiket Pesawat Online! Patricia Gouw Ungkap Modus Scam yang Nyaris Menguras Rekening (Instagram.com/@patriciagouw.)
Waspada Penipuan Tiket Pesawat Online! Patricia Gouw Ungkap Modus Scam yang Nyaris Menguras Rekening (Instagram.com/@patriciagouw.)

SketsaNusantara.id - Kasus penipuan tiket pesawat online kembali menjadi perhatian publik setelah dialami model sekaligus presenter ternama, Patricia Gouw. Melalui unggahan video di akun TikTok pribadinya, Patricia membagikan pengalaman menegangkan saat hampir menjadi korban scam berkedok pemesanan tiket penerbangan mendadak.

Cerita tersebut langsung menyita perhatian warganet karena modus yang digunakan pelaku dinilai sangat meyakinkan dan memanfaatkan kondisi panik calon penumpang yang membutuhkan tiket dalam waktu singkat.

Dalam videonya, Patricia mengungkapkan dirinya saat itu sedang berada di Bali dan harus segera kembali ke Jakarta menggunakan penerbangan malam. Namun situasi menjadi rumit karena waktu keberangkatan sudah terlalu dekat sehingga aplikasi online travel agent tidak lagi melayani pembelian tiket.

Baca Juga: Terjebak Online Scam di Kamboja, 7 WNI Akhirnya Dipulangkan ke Indonesia oleh Kemlu

“Nah, intinya kalau mau beli di apps itu minimal 3 jam atau 4 jam sebelum keberangkatan,” ujar Patricia.

Karena terburu-buru mengejar penerbangan, Patricia akhirnya mencari alternatif lewat mesin pencarian Google. Dari sana ia menemukan nomor telepon yang mengaku dapat membantu proses pemesanan tiket pesawat secara cepat.

Tanpa curiga, Patricia kemudian menghubungi nomor tersebut. Pelaku lalu meminta data pribadi berupa foto KTP dan paspor anaknya dengan alasan untuk keperluan booking tiket penerbangan.

Baca Juga: Ratusan WNI Jadi Korban 'Online Scam' di Kamboja, Negara Warning Bahwa Kamboja Bukan Negara Penempatan Migran

Awalnya seluruh proses tampak profesional. Patricia bahkan menerima invoice pembayaran yang terlihat meyakinkan dan diminta mentransfer uang sekitar Rp1,8 juta sebagai biaya tiket.

Namun setelah pembayaran dilakukan, pelaku mulai menjalankan modus berikutnya. Patricia diminta melakukan pembayaran tambahan sebesar Rp2.500 dengan alasan terjadi gangguan sistem atau error pada proses transaksi.

Tak berhenti sampai di situ, pelaku juga terus mendesak Patricia membuka layanan KlikBCA untuk menyelesaikan transaksi tersebut. Permintaan itulah yang akhirnya membuat Patricia mulai merasa ada sesuatu yang tidak beres.

Baca Juga: Hati-Hati! OJK Catat Rp7 Triliun Lenyap Akibat Penipuan Digital, Ratusan Ribu Laporan Masuk ke Anti-Scam Center

“Dia maksa banget suruh buka KlikBCA,” ungkap Patricia.

Kecurigaan Patricia ternyata menyelamatkannya dari kerugian yang lebih besar. Ia memilih tidak mengikuti instruksi tersebut setelah merasa ada kejanggalan dalam proses transaksi.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X