Kamis, 9 Juli 2026

Chef Juna Dicibir Usai Sebut SDM Indonesia Terlalu Manja, Tanggapannya soal 'Drama' Suami Mendadak Gak Masuk Kerja karena Anak Sakit Tuai Pro Kontra

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 22 Mei 2026 | 10:34 WIB
Potret Chef Juna bagikan pengalaman kerja di dapur hingga sebut SDM Indonesia yang dinilai terlalu manja hingga menuai perdebatan di media sosial (YouTube/Raditya Dika)
Potret Chef Juna bagikan pengalaman kerja di dapur hingga sebut SDM Indonesia yang dinilai terlalu manja hingga menuai perdebatan di media sosial (YouTube/Raditya Dika)

SketsaNusantara.id - Juna Rorimpandey atau yang dikenal sebagai Chef Juna belum lama ini mengungkapkan penilaiannya terhadap  sumber daya manusia (SDM) di Indonesia yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.

Juri MasterChef Indonesia itu menilai sebagian pekerja di Indonesia masih memiliki mentalitas yang terlalu manja, terutama dalam lingkungan kerja profesional seperti dapur restoran.

Dalam podcast bersama Raditya Dika yang diunggah di kanal YouTube miliknya pada hari Rabu, 20 Mei 2026, Chef Juna  ikut menceritakan pengalamannya saat bekerja di dunia kitchen profesional.

Ia menyinggung soal 'drama' di dapur yang terjadi ketika salah satu chef yang mendadak meminta izin tidak masuk kerja karena anaknya sakit.

Baca Juga: Raditya Dika Bongkar Karakter Chef Juna saat di Dapur, Benarkah Dia Galak atau Hanya Menjalani Peran?

Menurut Chef Juna, keputusan tersebut dinilai kurang profesional, terutama jika dilakukan oleh seorang chef de partie (CDP) yang memiliki tanggung jawab besar terhadap station atau bagian tertentu di dapur.

"SDM kita manja. Kalau di kitchen itu masing-masing punya posisi. Bukan jabatan ya, tapi posisi di dapur dan semua megang tanggung jawab masing-masing, apalagi udah sekelas CDP responsible for the station," ujarnya, dikutip SketsaNusantara.id dari cuplikan video  podcast yang diunggah di akun Instagram @raditya_dika.

"Nah, itu bisa lho pagi-pagi mendadak ada yang izin. 'Chef, sorry saya tidak bisa berangkat kerja. Anak saya panas (demam), sakit'. Yang sakit kan anaknya, istrinya ada di rumah, terus ngapain kamu ikutan di rumah? Emang kamu ikutan di rumah, anak kamu tiba-tiba sembuh gitu? No," lanjutnya.

Chef Juna kemudian menjelaskan dari sudut pandangnya sebagai profesional di dunia kitchen, bahwa seorang kepala keluarga tetap perlu bekerja karena anak yang sakit justru membutuhkan biaya pengobatan.

Baca Juga: Chef Arnold Geram Usai Dituding Menghina Rakyat Kecil Gegara Naikkan Harga Daging di Restoran Miliknya Imbas Dolar Naik: Efeknya ke Semua Kalangan...

"Kalau dia pinter, harusnya dia tetap masuk kerja. Kenapa? Anak udah sakit, perlu biaya pengobatan. Kalau nggak masuk, potong gaji dong. Itu kan bukan bagian dari cuti," tegasnya.

Juna mengaku dirinya jarang menangani langsung persoalan seperti itu karena biasanya menjadi tanggung jawab sous chef atau asistennya.

Namun, ia menyebut budaya kerja di Indonesia membuat situasi semacam itu cukup sering terjadi dan mau tidak mau harus diterima meski akan berdampak dengan rutinitas di dapur.

"Jadi orang kita agak manja. Call me heartless, tapi saya ngomong as professional kitchen ya," ujarnya.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @raditya_dika

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X