SketsaNusantara.id - Juna Rorimpandey atau yang dikenal sebagai Chef Juna belum lama ini mengungkapkan penilaiannya terhadap sumber daya manusia (SDM) di Indonesia yang kemudian ramai diperbincangkan di media sosial.
Juri MasterChef Indonesia itu menilai sebagian pekerja di Indonesia masih memiliki mentalitas yang terlalu manja, terutama dalam lingkungan kerja profesional seperti dapur restoran.
Dalam podcast bersama Raditya Dika yang diunggah di kanal YouTube miliknya pada hari Rabu, 20 Mei 2026, Chef Juna ikut menceritakan pengalamannya saat bekerja di dunia kitchen profesional.
Ia menyinggung soal 'drama' di dapur yang terjadi ketika salah satu chef yang mendadak meminta izin tidak masuk kerja karena anaknya sakit.
Menurut Chef Juna, keputusan tersebut dinilai kurang profesional, terutama jika dilakukan oleh seorang chef de partie (CDP) yang memiliki tanggung jawab besar terhadap station atau bagian tertentu di dapur.
"SDM kita manja. Kalau di kitchen itu masing-masing punya posisi. Bukan jabatan ya, tapi posisi di dapur dan semua megang tanggung jawab masing-masing, apalagi udah sekelas CDP responsible for the station," ujarnya, dikutip SketsaNusantara.id dari cuplikan video podcast yang diunggah di akun Instagram @raditya_dika.
"Nah, itu bisa lho pagi-pagi mendadak ada yang izin. 'Chef, sorry saya tidak bisa berangkat kerja. Anak saya panas (demam), sakit'. Yang sakit kan anaknya, istrinya ada di rumah, terus ngapain kamu ikutan di rumah? Emang kamu ikutan di rumah, anak kamu tiba-tiba sembuh gitu? No," lanjutnya.
Chef Juna kemudian menjelaskan dari sudut pandangnya sebagai profesional di dunia kitchen, bahwa seorang kepala keluarga tetap perlu bekerja karena anak yang sakit justru membutuhkan biaya pengobatan.
"Kalau dia pinter, harusnya dia tetap masuk kerja. Kenapa? Anak udah sakit, perlu biaya pengobatan. Kalau nggak masuk, potong gaji dong. Itu kan bukan bagian dari cuti," tegasnya.
Juna mengaku dirinya jarang menangani langsung persoalan seperti itu karena biasanya menjadi tanggung jawab sous chef atau asistennya.
Namun, ia menyebut budaya kerja di Indonesia membuat situasi semacam itu cukup sering terjadi dan mau tidak mau harus diterima meski akan berdampak dengan rutinitas di dapur.
"Jadi orang kita agak manja. Call me heartless, tapi saya ngomong as professional kitchen ya," ujarnya.
Artikel Terkait
Chef Arnold Kupas Tuntas Codeblu di Podcast Close The Door, Kunci Penting Jaga Keamanan Pangan di Dapur Modern
Chef Arnold Bongkar Dampak Konten Kuliner: Baru Satu Orang yang Aku Tahu, tapi Sudah Segitu Parahnya
Chef Arnold dan Deddy Corbuzier Soroti Standar Kebersihan di Indonesia: Di Indonesia Memang Masih Kurang
Chef Arnold Ungkap Fakta Mengejutkan saat Bahas Influencer Review Makanan: Ini yang Jarang Diperhatikan
Profil Fajar Pangestu, Juara Master Chef Indonesia Season 12 yang Jadi Sorotan Usai Lamar Zahra di Babak Grand Final, Kisah Percintaannya Jadi Sorotan
Viral Momen Fajar Lamar Zahra di Grand Final MasterChef Indonesia Season 12, Ekspresi Chef Juna Bikin Salfok: Real atau Cuma Settingan?