Di sisi lain, ia memastikan bahwa tidak ada keuntungan yang diperoleh dari konten tersebut. Bahkan, menurutnya, tayangan seperti ini tidak bisa dimonetisasi dan berisiko terhadap kanal YouTube miliknya.
"Saya sendiri juga tidak bisa menampilkan podcast dengan anak di bawah umur karena dari YouTube itu juga ada peraturannya," kata Densu.
"Kalau beberapa kali saya melanggar dan kena tegur itu akun YouTube saya bisa di take-down. Jadi (podcast) ini nggak ada untungnya, nggak bisa di monetize juga," imbuhnya.
Selain itu, ia menyebut identitas korban tetap dilindungi, salah satunya dengan penggunaan penutup wajah. Ia berharap keberanian korban untuk berbicara bisa mendorong korban lain agar tidak takut melapor.
"Memang ada kekurangan, tapi kita mengupayakan segala cara, karena untuk mengawal satu kasus seperti ini dalam pengalaman hidup saya, itu tidak mudah sama sekali," ungkapnya.
"Harapan saya, jika ada anak (korban pelecehan) yang berani untuk bicara di ruang publik, maka itu bisa lebih membuka keberaniaan anak-anak lain untuk bias berbicara. Tentu kita pakai topeng untuk tutupi identitas korban," ujarnya.
"Karena kasus (pelecehan anak) ini tidak bisa terselesaikan dengan baik, karena anak-anak kecil itu takut untuk berbicara.
Sehingga tidak bisa didapatkan bukti, karena keterangan dari korban itu kurang dan ada faktor-faktor lain yang menghambat penyidikan," kata Densu.
Lebih lanjut, Densu juga mengabarkan bahwa kasus pelecehan seksual terhadap anak yang diangkat dalam podcast miliknya sudah mendapatkan atensi dari pihak berwajib.
Dalam unggahannya, Denny Sumargo juga menunjukkan bukti chat dari lawyer korban soal kasus dari podcast miliknya yang akhirnya mendapat atensi dari kepolisian.
"Seperti kasus sabelumnya yang pernah tayang di podcast saya, puji Tuhan, Alhamdulillah, akhirnya mendapat atensi, dan pengakuan korban ini bisa dijadikan barang bukti untuk memperkuat laporan mereka," ujarnya.
Meski begitu, Denny tetap menerima kritik yang ditujukan kepadanya. Ia menganggap hal tersebut sebagai bahan evaluasi untuk ke depannya.
"Kalau pun ada kritik karena kekurangan-kekurangan, saya terima. Saya anggap itu adalah kekurangan saya. Saya yang salah," ucapnya.
Artikel Terkait
Bangkit dari Keterpurukan, Denny Sumargo Ungkap Rahasia Sukses Podcastnya Jadi Populer
Denny Sumargo Senggol Kemensos Buntut Kisruh Kasus Donasi Agus Salim
Anrez Adelio Dipolisikan Perempuan Hamil 8 Bulan, Nama Denny Sumargo Ikut Terseret, Ada Apa?
Hesti Purwadinata Beri Dukungan untuk Korban Pelecehan Seksual di Tengah Polemik Mohan Hazian, Warganet Singgung Circle Pertemanannya di Dunia Hiburan
Kronologi Kasus Dugaan Pelecehan Berkedok Casting Film, Diduga Libatkan Banyak Korban
Kasus Dugaan Pelecehan Seksual di Pelatnas Panjat Tebing Menguat, Menpora Erick Thohir Siapkan Sanksi Seumur Hidup bagi Pelatih Jika Terbukti Bersalah