• Amerika: Amerika Serikat, Kanada, Meksiko, Brasil, Argentina.
• Eropa: Jerman, Prancis, Spanyol, Belanda, Britania Raya.
• Australia, Selandia Baru, hingga beberapa negara di Afrika.
Joko Anwar menyatakan bahwa meskipun cerita ini berangkat dari realita lokal Indonesia, isu korupsi dan ketidakadilan adalah bahasa universal yang bisa dipahami oleh penonton di belahan dunia mana pun.
Sedangkan pengamat film menyatakan bahwa dalam film ini, Joko Anwar selaku sutradara keluar dari film-film horor garapannya sebelumnya.
Joko Anwar dalam film ini tidak lagi bersandar pada folklor, mitologi, rumah sendirian ditengah hutan ataupun ritual turun temurun namun karakter yang kompleks dimasukkan ke dalam sel tahanan dengan genre horor komedi.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!
Artikel Terkait
Jennifer Coppen Datang ke GBK Dukung Justin Hubner, Aksi Menggemaskan Kamari Giring Bola di Lapangan Usai Laga Indonesia vs Bulgaria Jadi Sorotan
Gilang Dirga dan Adiezty Fersa Rayakan Anniversary Pernikahan ke-12 di Belanda, Intip Fakta Perjalanan Rumah Tangga Mereka
Heboh! Clara Shinta Bongkar Aksi Suami Tenteng 'Senjata' Usai Kepergok Video Call Tak Senonoh, Sunan Kalijaga Beri Klarifikasi
Respons Menohok Sunan Kalijaga Usai Istri Taqy Malik Sindir Alasan Cerai Salmafina Bukan karena Legging: Saya Berani Sumpah Diatas Alqur'an
Heboh BLACKPINK Dirumorkan Bubar hingga Jadi Trending di X, Deretan Grup K-Pop dan Band Indonesia Ini Juga Pernah Diisukan Bubar Padahal Masih Aktif
4 Kontroversi Cupi Cupita Sebelum Kini Viral Gegara Isu Rebut Tunangan Orang Lain, Penampilan Terbukanya Kerap Jadi Sorotan