Kamis, 4 Juni 2026

Ingin Lihat Penampilan Maudy Ayunda Kerasukan? Ini Sinopsis Film Para Perasuk Tayang 23 April 2026 tentang Kisah Ritual Mistis Desa

Photo Author
Zuhana Anibuddin Zuhro, Sketsa Nusantara
- Minggu, 29 Maret 2026 | 17:25 WIB
Maudy Ayunda dalam Film Para Perasuk (Instagram.com/@filmparaperasuk)
Maudy Ayunda dalam Film Para Perasuk (Instagram.com/@filmparaperasuk)

SketsaNusantara.id - Film Para Perasuk atau yang dikenal secara internasional dengan judul Levitating dijadwalkan segera tayang di bioskop Indonesia mulai 23 April 2026. Karya terbaru ini menjadi salah satu film yang dinantikan, terutama setelah mendapatkan perhatian di festival film internasional.

Disutradarai oleh Wregas Bhanuteja, film ini mengusung genre drama dengan sentuhan unsur budaya dan spiritual yang kuat. Wregas dikenal sebagai sineas yang kerap menghadirkan karya dengan pendekatan artistik dan narasi yang mendalam, sehingga film ini pun diprediksi menghadirkan pengalaman sinematik yang berbeda.

Deretan aktor dan aktris ternama turut memperkuat film ini, di antaranya Angga Yunanda, Maudy Ayunda, serta Anggun. Kehadiran para bintang ini menjadi daya tarik tersendiri bagi penonton, sekaligus menjanjikan kualitas akting yang mumpuni.

Baca Juga: Siap Tayang 9 April 2026! Inilah Film Yohanna, Kisah Biarawati di Sumba yang Mengguncang dan Sarat Kritik Sosial

Sebelum tayang di dalam negeri, Para Perasuk telah lebih dulu diputar dalam ajang Sundance Film Festival 2026. Partisipasi dalam festival bergengsi tersebut menunjukkan bahwa film ini memiliki kualitas yang mampu bersaing di kancah global.

Dilansir SketsaNusantara.id dari m.21cineplex.com, film ini berlatar di sebuah desa fiktif bernama Latas, yang masih mempertahankan tradisi unik berupa ritual “pesta trance” atau kerasukan. Dalam kepercayaan masyarakat setempat, ritual tersebut diyakini sebagai cara untuk berkomunikasi dengan dunia spiritual, sekaligus menjadi sarana mencari ketenangan di tengah kehidupan yang penuh tekanan.

Tradisi tersebut tidak hanya menjadi bagian dari budaya lokal, tetapi juga mencerminkan kondisi sosial masyarakat yang menghadapi berbagai keterbatasan. Dalam situasi tersebut, ritual kerasukan dianggap sebagai pelarian sekaligus penghiburan.

Baca Juga: Profil Usmar Ismail, Sosok di Balik Hari Film Nasional, Pernah Ditangkap Belanda hingga Diberi Gelar Pahlawan Nasional

Tokoh utama dalam film ini adalah Indra, yang diperankan oleh Angga Yunanda. Ia digambarkan sebagai seorang pemuda lokal yang mencari nafkah dengan mendokumentasikan ritual-ritual tersebut menggunakan kamera tua. Aktivitas ini menjadi sumber penghasilan sekaligus jendela bagi Indra untuk melihat dunia di luar desanya.

Berbeda dengan masyarakat yang memandang ritual sebagai pengalaman spiritual, Indra melihatnya sebagai peluang untuk meningkatkan status sosial. Ia menjadikan dokumentasi tersebut sebagai sarana untuk keluar dari keterbatasan hidup di desa.

Konflik dalam film ini berkembang dari perbedaan cara pandang antara tradisi dan ambisi pribadi. Pergulatan batin Indra menjadi inti cerita, menggambarkan dilema antara mempertahankan akar budaya atau mengejar kehidupan yang lebih baik di luar desa.

Baca Juga: Ardit Erwandha Sampaikan Pesan Menyentuh Usai Film Tunggu Aku Sukses Nanti Tembus 1 Juta Penonton, Sarah Sechan Yakin 'Arga' Raih Piala Citra FFI 2026

Dengan latar budaya yang kuat dan isu sosial yang relevan, Para Perasuk menawarkan cerita yang tidak hanya menghibur, tetapi juga mengajak penonton untuk merenungkan realitas kehidupan masyarakat di daerah terpencil.

Kehadiran film ini diharapkan dapat memperkaya khazanah perfilman Indonesia, sekaligus memperkenalkan budaya lokal ke audiens yang lebih luas. Dengan pendekatan cerita yang unik, Para Perasuk berpotensi menjadi salah satu film yang meninggalkan kesan mendalam bagi penontonnya.***

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X