Diketahui, Cut Rizki berasal dari Aceh dan kini tinggal di Jakarta. Ia termasuk salam satu selebgram yang menginspirasi banyak orang karena keberaniannya tampil bareface tanpa filter, meski wajahnya banyak kekurangan.
Alumni Institut Bisnis Nusantara itu juga aktif menyuarakan pesan positif tentang penerimaan diri dan mendorong pengikutnya untuk lebih percaya diri serta tidak minder karena kondisi kulit yang berjerawat.
Sebagai influencer, ia memberikan edukasi tentang perawatan kulit berminyak dan berjerawat. Pesan-pesan positif Cut Rizki dalam unggahannya ikut membangun rasa kepercayaan diri dan membuatnya dikenal luas.
Namun, belakangan ini Cut Rizki menuai kritik karena perkataannya tentang "sahur mengganggu jam tidur" yang menimbulkan sentimen negatif dan dianggap meremehkan praktik ibadah di bulan Ramadhan.
"Mbak, bukannya kita julid tapi gelisah dengan perkataanmu yang katanya sahur mengganggu jam tidur, padahal ibadah itu babyak keberkahannya dan sudah lama dilakukan di zaman Nabi bahkan sebelum kita lahir," komentar salah satu warganet.
Setelah videonya viral dan membuat gaduh di media sosial, Cut Rizki dan suaminya menyampaikan permintaan maaf. Dalam unggahannya, ia mengaku khilaf dan perkataannya tidak bisa dibenarkan.
"Berkaitan dengan postingan saya dan suami beberapa waktu lalu yang menimbulkan kegaduhan, saya dan suami menyampaikan permintaan maaf," tulis Cut Rizki dalam unggahan di akun TikTok @crvhons beberapa waktu lalu.
Kami sangat menyadari bahwa tindakan kami merupakan kekhilafan dan tidak ada pembenaran atas pernyataan kami, terutama terkait kalimat 'sahur itu mengganggu' dalam unggahan video di social media," tuturnya.
Cut Rizki juga memberikan klarifikasi terkait perkataanya soal sahur yang menimbulkan kesalahpahaman.
Melalui kejadian ini, ia memetik pelajaran penting dan berupaya untuk menjadi pribadi yang lebih baik serta lebih bijak dalam bertutur kata.
"Kami memahami bahwa pernyataan tersebut telah menimbulkan kesalahpahaman dan kekecewaan bagi banyak pihak, tapi kami ingi menjelaskan bahwa itu tidak mencerminkan nilai-nilai dan prinsip yang kami anut," ujarnya.
"Kami berdua berkomitmen untuk belajar dari kesalahan dan berusaha lebih ijak dalam menyampaikan pendapat di masa depan. Terima kasih untuk semua yang sudah mengingatkan, semoga kita semua selalu berada dalam lindungan Allah SWT," pungkasnya.
Kejadian ini menjadi pengingat bagi influencer atau publik figur bahwa perkataannya memiliki pengaruh besar terhadap audiens dan bisa menimbulkan sentimen emosional.
Fenomena ini memperlihatkan bagaimana perkataan atau opini sederhana di ruang digital dapat berkembang menjadi perdebatan besar, terlebih ketika menyentuh isu sensitif seperti praktik ibadah dalam kehidupan masyarakat beragama.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara. Di sini. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sering Bergosip saat Puasa? Ini Ancaman Al Quran tentang Ghibah yang Diibaratkan Memakan Daging Saudara Sendiri
Banyak Puasa tapi Sia-sia, Ini Peringatan Keras Rasulullah tentang Lapar dan Dahaga Tanpa Pahala yang Jarang Disadari
Rahasia Awet Muda Ternyata Ada dalam Puasa Ramadhan, Berikut ini Fakta Ilmiahnya
Pesan Ramadhan! Quotes Pembangkit Semangat saat Menjalankan Ibadah Puasa
Ajakan Bukber Mulai Berdatangan? Herjunot Ali Ingatkan Hal Ini Sebelum Ikutan Buka Puasa Bersama demi Menjaga Kesehatan Mental
Sempat Viral, Video Perempuan Labrak Ustadz Karena Menggunduli Anaknya Ternyata Cuma Syuting, Pengurus Ponpes: BTS Film