Kamis, 4 Juni 2026

Penyelidikan Kematian Lula Lahfah Dihentikan, Polisi Ungkap Fakta Bercak Darah, Hasil Puslabfor, dan Penyebab Meninggal Dunia

Photo Author
Boy Nugroho, Sketsa Nusantara
- Sabtu, 31 Januari 2026 | 15:30 WIB
Polisi akhirnya menghentikan penyelidikan kasus kematian Lula Lahfah. (Instagram/@lulalahfah)
Polisi akhirnya menghentikan penyelidikan kasus kematian Lula Lahfah. (Instagram/@lulalahfah)

SketsaNusantara.id - Kasus kematian Lula Lahfah sempat memicu beragam asumsi di tengah publik.

Aparat kepolisian kemudian melakukan penyelidikan menyeluruh untuk memastikan penyebab kematian tersebut.

Proses penyelidikan dilakukan sejak ditemukannya jenazah di apartemen korban.

Baca Juga: Polisi Gercep Ungkap Rekaman CCTV hingga 16 Barang Bukti Terkait Meninggalnya Lula Lahfah, Warganet Bandingkan dengan Kasus Arya Daru Pangaruan

Dalam rangkaian penyelidikan, polisi melakukan olah tempat kejadian perkara. Sejumlah barang bukti ditemukan di kamar apartemen tempat Lula Lahfah ditemukan.

Temuan tersebut menjadi dasar pemeriksaan lanjutan oleh tim forensik kepolisian.

Penyidik menemukan bercak darah di sprai tempat tidur korban. Selain itu, ditemukan pula tisu serta kapas yang berada di sekitar lokasi. Seluruh temuan tersebut langsung diamankan untuk kepentingan pemeriksaan ilmiah.

Baca Juga: Ingin Wujudkan Mimpi-mimpi Lula Lahfah, Reza Arap Pastikan Marapthon Season 3 Tetap Berlangsung

Tim Pusat Laboratorium Forensik Mabes Polri kemudian dilibatkan. Pemeriksaan dilakukan untuk memastikan asal dan waktu darah tersebut. Analisis laboratorium menjadi bagian penting dalam memastikan kronologi peristiwa.

Hasil pemeriksaan menunjukkan bercak darah di sprai bukan berasal dari luka baru. Kondisi darah telah mengering dan tidak menunjukkan tanda kekerasan fisik. Temuan ini menjadi salah satu dasar kesimpulan penyelidikan.

Kasubbid Bioser Puslabfor Bareskrim Polri, Kompol Irfan Rofiq, menjelaskan hasil analisis tersebut.

“Untuk darah yang ada di seprai dan tisu itu, itu kemungkinan darah sudah lama. Jadi kemungkinan saudari LL ini dia datang bulan atau menstruasi,” ungkapnya dalam konferensi pers di Jakarta Selatan.

Berdasarkan keterangan forensik, darah tersebut dinilai berasal dari proses biologis alami. Pemeriksaan tidak menemukan indikasi luka terbuka yang berkaitan dengan kekerasan. Seluruh hasil diperkuat oleh kondisi fisik darah di lokasi.

Penyidik juga memastikan tidak ada tanda penganiayaan pada tubuh korban. Hasil pemeriksaan medis dan forensik saling melengkapi. Kesimpulan tersebut disampaikan setelah seluruh tahapan penyelidikan dilakukan.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X