SketsaNusantara.id - Musisi dan penulis Fiersa Besari kembali menyita perhatian publik setelah mengungkapkan secara terbuka kerugian yang ia dan keluarganya alami akibat insiden kecelakaan yang menimpa sang istri, Aqia, di kawasan Stasiun Gambir, Jakarta.
Peristiwa tersebut terjadi pada Sabtu pagi, 3 Januari 2026, sehari setelah Fiersa menandai comeback-nya ke panggung musik dalam gelaran Bigbang Festival di JIExpo Kemayoran.
Melalui unggahan lanjutan di akun Instagram pribadinya, Fiersa tidak hanya memaparkan kronologi kejadian, tetapi juga menjelaskan alasan pencabutan laporan kepolisian, sikapnya yang terlihat tenang di lokasi, serta kerugian materi yang harus ia tanggung sebagai konsekuensi dari kecelakaan tersebut.
Dalam unggahan tersebut, Fiersa memperlihatkan tangkapan layar bukti transaksi penginapan dan tiket kereta api rute Gambir–Yogyakarta yang telah dibeli sebelumnya.
Tertera biaya penginapan senilai Rp3.636.400 untuk dua malam serta tiket kereta seharga Rp1.504.500. Seluruh biaya tersebut dipastikan hangus akibat pembatalan perjalanan mendadak.
Selain itu, Fiersa juga membagikan struk biaya rumah sakit yang menunjukkan total tagihan medis mencapai Rp2.282.006.
Ia menegaskan bahwa tawaran uang damai sebesar Rp200 ribu dari pihak penabrak sama sekali tidak sebanding dengan kerugian yang dialami.
“200 ribu cenah. Coba tambahkan sendiri saja, belum ditambah kerugian beberapa bulan ke depan karena nggak bisa beraktivitas normal,” tulis Fiersa Besari dalam caption unggahannya.
Fiersa kemudian menjelaskan alasan mengapa laporan kepolisian tidak dilanjutkan. Ia menulis secara gamblang bahwa keputusan tersebut diambil setelah mempertimbangkan kondisi pelaku serta dampak jangka panjang yang mungkin timbul.
Baca Juga: Fiersa Besari Awali Comeback 2026 dengan Lagu Tulang Punggung, Akankah Dirilis Resmi?
“Saya sendiri awalnya ingin memperpanjang urusan. Tapi Aqia tidak mau. Ubay juga memberi pertimbangan logis. Kita bisa lihat secara sepintas, bapak ini bukan orang berada,” tulisnya.
Menurut Fiersa, memperpanjang proses hukum berpotensi menimbulkan persoalan baru tanpa menjamin keadilan materi bagi korban.
Artikel Terkait
Fiersa Besari Ungkap Alasan Prestasi Pendaki Indonesia Tak Pernah Ramai Diperbincangkan, Begini Katanya!
Fiersa Besari Kembali dari Masa Rehat Setahun, Siap Tampil di Big Bang Festival 2026
Fiersa Besari Hentikan Intro Wibu di Panggung! Klarifikasi dan Rencana Comeback Awal 2026 Tuai Ragam Reaksi Penggemar
Fiersa Besari Ungkap Proses Kreatif di Balik Lagu Jangan Mati Dulu, Kisah Pesan Haru yang Dibawakan The Popstar
Seruan Kepedulian di Tengah Duka, Fiersa Besari Ajak Publik Fokus Bantu Korban Banjir Bandang Sumatera
Fiersa Besari Suarakan Keprihatinan dan Sindiran Pedas atas Dinamika Donasi Bencana Sumatra yang Membludak