SketsaNusantara.id - Di tengah gelombang kepedulian publik terhadap musibah banjir bandang dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Sumatra, musisi dan penulis Fiersa Besari turut menyampaikan pandangannya melalui unggahan di media sosial X.
Sikapnya yang lugas dan kritis kembali mencuri perhatian publik, terlebih ketika ia menyoroti cara pejabat dan pemerintah merespons tragedi besar yang merenggut banyak korban dan memaksa ribuan warga mengungsi.
Dilansir SketsaNusantara.id dari unggahan di akunnya @FiersaBesari, Fiersa menulis bahwa bencana ini seharusnya menjadi momentum bagi pejabat untuk memberikan aksi nyata, bukan sekadar tampil di depan kamera.
Baca Juga: Rata dengan Tanah! Willie Salim Tunjukkan Dahsyatnya Kerusakan Perumahan Akibat Banjir Bandang
“Menurut saya, ini adalah saat yang tepat untuk para pejabat melakukan aksi dan bukti nyata tanpa harus terlihat kamera. Alias, diam dulu bisa tidak? Semakin banyak bicara, semakin banyak blundernya,” tulisnya.
Kalimat tersebut segera ramai dibagikan ulang oleh para warganet yang tampaknya memiliki kegelisahan serupa.
Melalui unggahan lanjutannya, Fiersa menyebut bahwa antusiasme publik dalam berdonasi menunjukkan bahwa rakyat Indonesia tidak kekurangan rasa empati.
“Dari banyaknya donasi yang dibuat oleh masyarakat, dan banyaknya dana yang terkumpul, bisa disimpulkan bahwa negara ini tidak kekurangan orang baik. Negara ini cuma kekurangan orang yang mempercayakan uangnya di tangan pemerintah,” tulisnya lagi dalam unggahan yang berbeda.
Ungkapan ini menggema luas karena mencerminkan keresahan publik yang sudah lama muncul terkait pengelolaan dana dan respons negara dalam situasi krisis.
Pernyataan Fiersa dinilai relevan dengan situasi di lapangan, di mana banyak relawan, publik figur, dan masyarakat umum bergerak lebih dahulu merespons kebutuhan mendesak para korban.
Gelombang solidaritas yang besar terlihat dari jumlah donasi yang melimpah dan penyebaran bantuan yang dilakukan oleh komunitas maupun individu, meskipun masih banyak wilayah yang sulit dijangkau oleh pertolongan resmi.
Sentimen yang diunggah Fiersa menggambarkan keresahan masyarakat terhadap pola respons penanganan bencana yang dianggap lambat, penuh birokrasi, dan terkadang lebih berorientasi pada citra ketimbang aksi nyata.
Artikel Terkait
Dokter Richard Lee Klarifikasi Setelah Netizen Semprot Jualannya yang Berkedok Donasi untuk Korban Banjir Sumatra
Satir! Zainal Arifin Mochtar Soroti Aksi Zulhas Panggul Beras untuk Korban Banjir Sumatera yang 'Mirip' dengan Sahabat Nabi, Disindir Cuma Pencitraan
Kabar Bahagia! Putra Ketiga Habib Usman bin Yahya dan Kartika Putri Lahir, Unggahan Momen Romantis dan Pesan Haru Banjir Doa
Dalam Sehari Tembus Rp10,3 Miliar, Aksi Solidaritas Ferry Irwandi untuk Korban Banjir Sumatera Pecahkan Rekor Donasi
Bahlil Lahadalia Pantau Bencana Alam Banjir di Sumatra Naik Helikopter Malah Panen Hujatan, Netizen: Ini Semua Gegara Anda!
PT Toba Pulp Lestari Milik Siapa? Inilah Profil Perusahaan yang Diduga Biang Keladi Banjir Sumatra, Lengkap Statusnya saat Ini