Minggu, 19 Juli 2026

Junjung Tinggi Toleransi, Habib Jafar Bagikan Hadiah Natal yang Dikemas dalam Tas Ransel Hitam, Ternyata Ini Maknanya

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Jumat, 26 Desember 2025 | 11:30 WIB
Potret Habib Jafar bagikan kado Natal 2025 yang dikemas dalam ransel hitam yang ternyata isinya penuh makna, sebarkan pesan toleransi antar umat beragama (Instagram/husein_hadar)
Potret Habib Jafar bagikan kado Natal 2025 yang dikemas dalam ransel hitam yang ternyata isinya penuh makna, sebarkan pesan toleransi antar umat beragama (Instagram/husein_hadar)

SketsaNusantara.id - Habib Husein bin Ja'far Al Hadar atau yang akrab disapa Habib Jafar kembali menunjukkan komitmennya dalam merawat nilai toleransi antarumat beragama.

Menjelang perayaan Natal 2025, pendakwah asal Situbondo tersebut membagikan kado spesial kepada sejumlah tokoh dan influencer beragama Kristen.

Tradisi berbagi hadiah Natal bukanlah hal baru bagi Habib Jafar. Setiap akhir tahun, ia rutin mengirimkan bingkisan kepada saudara-saudari Kristiani.

Baca Juga: Bagaimana Hukumnya Mengucapkan Selamat Natal? Habib Jafar Berikan Pandangan Soal Keberagaman dalam Islam

Namun, berbeda dengan sebelum-sebelumnya, natal tahun ini kado yang diberikan Habib Jafar cukup unik karena dikemas dalam sebuah tas ransel hitam.

"Setiap akhir tahun, gue selalu mentradisikan untuk berbagi hadiah kepada saudara-saudari kristiani baik itu katolik maupun protestan, baik itu umat atau tokoh-tokoh seperti pastor, pendeta atau Romo sekalipun. Nah tahun ini gue kasih kado Natal spesial pake ransel hitam, " kata Habib Jafar dikutip SketsaNusantara.id dari akun Instagram @husein_hadar.

Kado tersebut dibagikan bertepatan dengan Hari Raya Natal pada Kamis, 25 Desember 2025. Pemilihan ransel hitam ternyata bukan tanpa makna.

Habib Jafar sengaja memilihnya untuk mengikis stigma negatif yang selama ini kerap dilekatkan pada Islam. Ia menilai, tas ransel hitam sering dikaitkan dengan isu terorisme yang memicu ketakutan dan kecemasan hingga memicu islamofobia di masyarakat.

Baca Juga: Menolak Lupa! Kilas Balik Tragedi Pengeboman Candi Borobudur 1985, Aksi Terorisme Tercela yang Meninggalkan Luka pada Warisan Budaya Dunia

Habib Jafar juga menyinggung stigma yang kerap muncul di kalangan Muslim. Menurutnya, prasangka bisa datang dari mana saja jika tidak dilandasi pemahaman yang kuat.

Melalui kado natal tahun ini, Habib Jafar ingin mengajak publik melihat Islam dari sudut pandang yang lebih humanis.

"Konsep tahun ini adalah berbagi (kado natal) melalui ransel hitam, agar teredukasi bahwa tak ada lagi stigma di antara kita. Karena pemikiran selama ini islam begini, islam begitu, sehingga muncul islamophobia," ucap Habib Jafar.

"Jangan sampai juga ada stigma negatif, misalnya saat terima kado dari orang Kristen. Jangan-jangan pikirnya nanti dikirimi makanan haram, karena ada babinya. Kalo orang islam kirim ransel hitam jangan-jangan isinya yang enggak-enggak," tuturnya.

Dalam unggahannya, Habib Jafar juga membocorkan isi dalam tas ransel hitam yang dibagikannya sebagai hadiah natal dan ternyata penuh makna.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @husein_hadar

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X