Kamis, 4 Juni 2026

Nessie Judge Minta Maaf Usai Kontroversi Foto Junko Furuta, Netizen Belum Puas!

Photo Author
Fadila Rahmi, Sketsa Nusantara
- Jumat, 7 November 2025 | 14:30 WIB
Nessie Judge menuai kritik usai menampilkan foto Junko Furuta, korban femisida asal Jepang, dalam video #NERROR di kanal YouTube-nya. (Instagram/@nessiejudge)
Nessie Judge menuai kritik usai menampilkan foto Junko Furuta, korban femisida asal Jepang, dalam video #NERROR di kanal YouTube-nya. (Instagram/@nessiejudge)

Ia juga menambahkan bahwa dirinya sempat tidak percaya dengan apa yang dilihat, apalagi setelah Nessie mengonfirmasi bahwa ia tahu foto tersebut memang milik Junko.

Penggunaan foto dengan mata disilang, tanpa menyebut nama korban, dinilai tidak sensitif dan dianggap tidak menghormati mendiang Junko Furuta.

Junko Furuta, Simbol Luka Nasional Jepang

Nama Junko Furuta dikenal luas sebagai korban kekejaman luar biasa di Jepang. Ia diculik, disiksa, dan dibunuh secara sadis pada tahun 1988 saat masih berusia 17 tahun.

Kasus ini meninggalkan trauma mendalam bagi masyarakat Jepang karena pelakunya yang masih di bawah umur hanya mendapat hukuman ringan.

Bagi banyak orang, Junko bukan hanya korban, tapi simbol dari tragedi kemanusiaan yang tak boleh dilupakan.

Klarifikasi dan Permintaan Maaf dari Nessie Judge

Setelah video tersebut viral dan menuai kritik luas, Nessie Judge segera menurunkan kontennya dari YouTube.

Melalui unggahan di akun X @nessiejudge pada Rabu, 5 November 2025, Nessie menyampaikan permintaan maaf terbuka dalam bahasa Inggris dan Jepang.

Melalui unggahannya, Nessie Judge akhirnya menyampaikan permintaan maaf terbuka kepada publik.

Ia mengawali pernyataannya dengan menegaskan bahwa dirinya telah membaca serta memahami seluruh keresahan yang disampaikan para penonton.

“Halo semuanya. Saya telah mendengar dan memahami kekhawatiran kalian mengenai video yang sebelumnya diunggah,” tulisnya.

Lebih lanjut, Nessie menjelaskan bahwa niat awal timnya yang menganggap tindakan tersebut sebagai bentuk penghormatan ternyata merupakan kesalahan besar.

Ia mengakui, “Apa yang dengan gegabah kami anggap sebagai bentuk penghormatan, telah dikoreksi oleh banyak pihak sebagai tindakan yang tidak sopan dan tidak peka.”

Menutup pernyataannya, Nessie menegaskan rasa sesal dan penyesalannya yang mendalam atas kejadian itu.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: X @nessiejudge

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X