“Diframing jadi buzzer, diframing aku mau masuk politik, diframing aku provokator, disalahpahami, diframing ini dan itu… sempat membuatku down dan kepikiran,” ungkapnya.
Meski begitu, ia menegaskan bahwa semua risiko itu tidak lebih penting dibandingkan tujuan besar dari perjuangan rakyat.
“Tapi rasanya itu semua tidak lebih penting daripada tercapainya keadilan dan hak rakyat yang selama ini diselewengkan dan disemena-menakan. Aku kembali diingatkan, bahwa ketika kita fokus ke tujuan yang lebih besar, kita akan punya courage dan keberanian untuk bertindak meskipun banyak resikonya,” pungkas Jerome.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Jenguk dan Naikkan Pangkat Polisi yang Alami Cedera, Prabowo Nyatakan Perang Pada Tindakan Makar Saat Demo
Presiden Prabowo Subianto Sebut Ada Mafia di Balik Aksi Demo Beberapa Hari Terakhir, Tegaskan Tak Akan Pernah Mundur Sampai Kapanpun!
Sudah Ada Sejak Zaman Belanda, Intip Sejarah Siskamling yang Kembali Dijalankan untuk Jaga Keamanan Warga di Tengah Maraknya Aksi Demo di Indonesia
Presiden Prabowo Subianto Naikkan Pangkat Polisi yang Luka Saat Kawal Demo, Netizen: Lalu Rakyat Dapat Apa?
Ikut Berbelasungkawa! Ananda Omesh Doakan Seluruh Korban Meninggal Dunia dalam Gelombang Demo DPR RI 25-31 Agustus 2025
Viral! Diduga Wamen Komdigi Terciduk Plesiran di Tengah Demo Besar, Nyungsep di Barisan Kelas Ekonomi, Belum Cair?