"Sampai ke LA (kabar Indonesia sedang banyak demo). Waktu saya ke sini, mendarat sudah tahu bakal ada demo dari social media, ada juga dari orang, orang luar negeri. Aku cuma, 'Oh ya? Ya mau gimana lagi'. Kalau demo udah biasalah," terang Sarah Azhari.
Ia memilih menginap di hotel yang berlokasi di pusat Jakarta, dimana terdengar suara orasi dari berbagai elemen masyarakat.
Sarah sendiri merasa bahwa demo itu adalah hal yang wajar karena memang negara demokrasi.
"Waktu sampai masih lancar pagi-pagi. Pas nginep di hotel sudah ada suara-suara orasi, 'Oh wah udah mulai demonya'. Kalau dari kita yang lahir tahun 1990-an, mau gimana lagi. Wajar kalau ada demo, namanya negara demokrasi," curhatnya.
Ia pun kembali teringat momen demo hingg kericuhan besar-besaran ketika Mei 1998 silam.
Waktu itu, Sarah mengaku masih tetap harus berangkat syuting walau habis ada demonstrasi di sana.
Sarah Azhari juga mengenang tentang bagaimana situasi yang membuatnya takut lantaran sepi dan tidak ada mobil sama sekali.
"Lagi syuting video klip Peluk Aku Cium Aku, itu lagi demo hari kedua. Abis kerusuhan gila-gilaan itu, kita syuting. Agak takut, lagi pula ada jam malam kan, gak ada mobil, sepi banget. Kita pergi ke daerah Thamrin pula," paparnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Baru Pulang Kerja, Keponakan Chika Jessica Diseret dan Dipukul Polisi di Bandung, Alami Luka-Luka di Bagian ini
10 Link Twibbon Maulid Nabi Muhammad SAW 1447 H, Bingkai Islami Menarik Cocok sebagai Unggahan Media Sosial
Salsa Erwina Hutagalung Ungkap Rasa Empati pada Micro Entrepreneur atas Matinya Live Tiktok di Indonesia
Kembali Normal! Pemerintah Kabupaten Jember Resmi Menghentikan Layanan Parkir Gratis, Dishub: Ada Beberapa Metode Pembayarannya
Lantik Ratusan Pejabat, Bupati Jember Gus Fawait: Ini Bukan Gejolak Politik Pasca Pilkada