Minggu, 21 Juni 2026

Film Merah Putih One For All Batal Tayang di Cinepolis, Netizen: Animasi Terlalu Mentah untuk Layar Lebar

Photo Author
Nurul Huda, Sketsa Nusantara
- Kamis, 14 Agustus 2025 | 20:30 WIB
Pengumuman resmi Cinepolis terkait pembatalan tayang film animasi Merah Putih: One For All.  (Instagram/cinepolisid)
Pengumuman resmi Cinepolis terkait pembatalan tayang film animasi Merah Putih: One For All. (Instagram/cinepolisid)

 

SketsaNusntara.id - Film animasi Merah Putih One For All, yang sebelumnya dijadwalkan tayang untuk menyambut momen kemerdekaan Indonesia, resmi batal diputar di seluruh jaringan Cinepolis Indonesia.

Pengumuman ini disampaikan langsung oleh akun Instagram resmi @cinepolisid pada Kamis Sore, 14 Agustus 2025.

"Film #MerahPutih: One For All yang sebelumnya dijadwalkan tayang untuk menyambut momen kemerdekaan, resmi tidak jadi ditayangkan di seluruh jaringan Cinepolis Indonesia. Terima kasih atas pengertiannya," tulis Cinepolis dalam unggahannya.

Baca Juga: Immanuel Manurung Sulap Trailer Animasi Merah Putih One For All Jadi Lebih Modern Hanya dengan AI, Netizen Ikut Beri Respon Begini...

Sejak pertama kali diperkenalkan, film ini sudah menuai kritikan netizen. Kritik muncul bukan hanya dari segi kualitas grafis yang dinilai kurang matang, tetapi juga dari transparansi sumber pendanaannya.

Publik ramai membicarakan fakta bahwa proyek animasi ini didanai menggunakan anggaran negara sebesar Rp6,7 miliar.

Tak hanya itu, muncul pula dugaan bahwa film ini menggunakan aset karakter tanpa izin, yang semakin memperkeruh citra proyek ini di mata publik.

Baca Juga: Akhirnya Pemilik Aset Buka Suara! Film Animasi Merah Putih One For All Diterpa Isu Penggunaan Karakter Tanpa Izin dan Transparansi Anggaran

Diansir SketsaNusatara.id dari unggahan akun Instagram resmi @cinepolisid, pengumuman pembatalan ini langsung dibanjiri komentar netizen dengan nada yang beragam, mulai dari sindiran pedas hingga rasa lega.

"Lalu anggaran 6 milliar nya gimana," tanya akun @aviiv___.

"Gak jadi tayang, benderanya udah beli gaes," kata @dwi.rm28, menyindir alur dari film tersebut yang mencari bendera hingga masuk ke dalam hutan.

"Min jangan resmi gitu lah," ujar @septy_nugros, menyindir admin Cinepolis yang mengumumkan pembatakan film ini.

"Mampus, ngapain animasi mentah ditayangin," komentar dari @stevnofficiel__, merujuk pada grafik dari film tersebut yang belum layak ditayangkan ke layer lebar.

Halaman:

Editor: Boy Nugroho

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X