Kamis, 4 Juni 2026

5 Fakta Mengejutkan 'Merah Putih: One for All', Film Animasi Karya Anak Bangsa Tuai Kritik: Dibuat dalam Waktu Singkat, Budget Cuma 1 Juta?

Photo Author
Mila Zhely Nurul Hidayah, Sketsa Nusantara
- Selasa, 12 Agustus 2025 | 11:30 WIB
Poster Merah Putih: One for All, film animasi karya anak bangsa yang menunai kritik karena kualitas gambar yang dinilai tidak memuaskan (Instagram/crativox)
Poster Merah Putih: One for All, film animasi karya anak bangsa yang menunai kritik karena kualitas gambar yang dinilai tidak memuaskan (Instagram/crativox)

Ia juga menekankan bahwa film Merah Putih: One for Alla juga dibuat tanpa menggunakan AI (artificial Intelligence) dan meminta publik bangga dengan hasil karya anak bangsa yang murni dari kreativitas 

5. Tayang di Bioskop Dapat Tawaran dari 'Ordal'?

Animator Merah Putih: One for All juga blak-blakan menyebut penggarapan proyek animasi ini bermula setelah mendapat tawaran dari seseorang di bidang perfilman.

Baca Juga: Film Animasi One For All Tuai Gelombang Kritik, Netizen Sindir Kualitas Hingga Bikin Admin CGV Gelisah

"Saya kenalan dengan seseorang yang kebetulan bergerak di bidang perfilman. Setelah beliau lihat portofolio dan website saya, beliau yakin dan terus mendorong saya untuk mencoba," ucapnya.

Belakangan ini juga muncul rumor bahwa film ini bisa tayang di bioskop. Namun Bintang menyebut Perfiki Kreasindo ini bukan perusahaan BUMN dan membantah soal rumor 'ordal'.

 "Soal tayang di bioskop (nggak ada ordal), kenalan say ini juga berjuang supaya film ini bisa lolos tayang. Kebetulan beliau anggota komunitas pemilik bioskop di Indonesia dan meminta bantuan komunitas tersebut," tutur Bintang. 

Baca Juga: Tidak Hanya Jumbo yang Menampilkan Grafis Terbaik, Berikut Daftar 5 Film Animasi Buatan Indonesia Dengan Kualitas Jempolan

"Jadi begitulah, kita membuat tanpa modal besar, tanpa sponsor, tanpa bantuan pemerintah. Mungkin ada netizen yang curiga film kualitas begini tayang di bioskop (dari koneksi ordal) dan dapat dana dari pemerintah, saya cuma tersenyum, boro-boro, bro. Nggak ada sama sekali" pungkasnya.

Film Merah Putih: One for All menuai kritik karena kualitas gambar yang tak memuaskan seolah dibuat asal-asalan dengan tenggat waktu singkat.

Publik menyayangkan film tersebut tayang di bioskop dibandingkan dengan Jumbo yang dibuat sepenuh hati.

Meski memakan waktu lama hingga 5 tahun, film garapan Ryan Adriyandhi ini sukses menembus box office dan jadi film Indonesia terlaris sepanjang masa dengan peraihan 10 juta penonton.***

 

Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini 

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X