Minggu, 19 Juli 2026

Nadin Amizah Kritik SinemArt soal Bertaut Rindu: Etika Antar Kreator Diabaikan?

Photo Author
Fadila Rahmi, Sketsa Nusantara
- Kamis, 31 Juli 2025 | 20:00 WIB
Nadin Amizah curahkan isi hati soal konflik film Bertaut Rindu garapan SinemArt Pictures, sebut dirinya merasa akan menghadapi tekanan dan ancaman.   (Instagram/cakecaine/amandamanopo)
Nadin Amizah curahkan isi hati soal konflik film Bertaut Rindu garapan SinemArt Pictures, sebut dirinya merasa akan menghadapi tekanan dan ancaman. (Instagram/cakecaine/amandamanopo)

Penyanyi lagu Sorai ini juga menggambarkan bahwa industri film itu begitu besar dan menakutkan, jika dibandingkan dengan dirinya yang hanya seorang musisi independen.

Baca Juga: Masih Sendiri dan Santai, Marshanda Buka Suara soal Jodoh saat Hadiri Resepsi Luna Maya

“Movie industry is big and scary, saya hanya seorang musisi yang baru pertama kali ini memperjuangkan sesuatu sebegininya,” lanjutnya.

Ungkapan itu tentu saja terlihat seperti tengah menggambarkan posisi Nadin yang merasa kecil di tengah kuatnya arus industri perfilman.

Meskipun telah menyadari perihal kemungkinan besar dirinya akan kalah dalam konflik ini, Nadin tetap ingin untuk mempertahankan nilai serta integritas pribadi dirinya sebagai salah satu bentuk dari perlawanan terakhir yang bisa ia lakukan.

Baca Juga: Al Ghazali dan Alyssa Daguise Buka Suara soal Isu Kehamilan, Justru Rencana Ini yang Mereka Umumkan

“You will win, but I’ll have my dignit.” pungkasnya.

Sebelumnya, permasalahan ini bermula semenjak bulan Februari 2024 lalu, ketika Nadin menolak permintaan SinemArt Pictures yang ingin menggunakan lagu Bertaut dalam proyek film mereka.

Penolakan itu terlihat disampaikan langsung oleh ibunda Nadin yang juga merangkap selaku manajer dari Nadin.

Baca Juga: Pevita Pearce Ungkap Kerinduan kepada Keluarganya, Tulis Hal Mengharukan ini: Perpisahan Itu Tak Pernah Mudah

Namun, dua bulan setelahnya, Nadin justru mendapatkan kabar bahwa proyek film itu tetap dilanjutkan dengan menggunakan judul Bertaut Rindu.

Lewat unggahannya, Nadin turut membagikan tangkapan layar percakapannya dengan Tian Topandi, penulis buku Bertaut Rindu.

Dalam tangkapan layar yang dibagikan Nadin ini, Tian mengaku bahwa ia tidak tahu-menahu mengenai keputusan penggunaan tagline “semua impian berhak dirayakan” dan merasa tidak dilibatkan dalam keputusan penting produksi film.

Baca Juga: Ruben Onsu Ngamuk, Bongkar Identitas Pelaku Bully Thalia: 'Saya akan Kejar Sampai Dapat!'

“Ka Tian selaku penulis buku sudah bisa diajak berdiskusi dengan keterbukaan. Semoga ada pencerahan dari kebingungan ini,” tulis Nadin dalam unggahan lanjutan.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @cakecaine

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X