“Aku juga nggak cerita ke siapa-siapa.yang penting orang di sekitar tuh bisa happy dulu baru aku,” ucapnya.
Setelah melalui perjalanan pernikahan yang berat, Faby ingin menjadi sosok yang lebih kuat dan bahagia.
“Akhirnya aku bisa di titik sekarang jadi Faby yang lebih kuat, yang bahagia, yang bisa mikir ke depan dengan pikiran yang jernih,” pungkasnya.
Faby juga mengungkapkan alasannya kenapa dulu sempat menikah muda.
“Aku memutuskan menikah muda tuh karena pada saat itu aku bukan tipe orang yang main-main,” tegas wanita berusia 30 tahun ini.
Ketika Maia bertanya apakah Faby menyesali keputusannya dahulu yang menikah pada usia muda, Faby dengan tegas menjawab tidak.
“Nggak. Karena kalau misalnya aku nggak menikah muda, aku nggak akan jadi Faby yang sekarang,” tukasnya.
Ketika ditanyakan apakah Faby sudah siap memberikan papa baru untuk anak-anaknya, Faby menegaskan bahwa jodoh sudah diatur oleh Yang Maha Kuasa.
“Kalau memang ada yang mendekati dan memang mau serius dan anak-anak cocok,” jawabnya.
Sampai artikel ini dibuat, video tersebut sudah mendulang 49 ribu views dan mendapatkan sebanyak seribu likes.
Faby Marcelia merupakan penyanyi jebolan Mamamia Show pada tahun 2008. Setelah itu Faby mengembangkan karirnya ke dunia peran seperti sinetron dan FTV.
Kehidupan asmara Faby bisa dibilang kurang mulus. Faby menikah dengan Revand Narya pada tahun 2013 di usianya yang baru menginjak 18 tahun.
Artikel Terkait
Ghea Youbi Blak-blakan Spill Tipe Pacar yang Diharapkan, Reaksi Raffi Bikin Penasaran: Takut Ketahuan!
Putra Siregar Berselingkuh dengan Karyawannya? Ini Pengakuan dan Bukti yang Dibongkar Septia Siregar
Digunjing Tak Pantas Jadi Wakil Rakyat Karena Dinilai Kerap Serang Mantan Istri, Ahmad Dhani Tegaskan Dimana Nilai Dirinya
Putra Siregar Dulunya Kerja Apa? Ini 5 Sumber Cuan dan Pundi-Pundi Kekayaan Suami Septia Yetri Opani atau Septia Siregar
Begini Reaksi Maia Estianty saat Alyssa Daguise Ceritakan Malam Pertamanya dengan Al Ghazali, Ternyata Bikin Syok!
Tanggapan Betrand Peto Perihal Isu Asmara Sarwendah dengan Giorgio Antonio, Prioritaskan Kebahagiaan Sang Bunda?