Untungnya, proses imigrasi Zaskia dan para aktivis Indonesia terbilang cukup mulus karena tidak langsung dideportasi seperti kebanyakan partisipan. Namun, Zaskia juga mengaku bahwa suasana hotel saat malam hari sangat tidak nyaman.
“Ada polisi yang langsung mencatat semua paspor dan berbicara serius sambil melihat kami dengan staf hotel,” katanya mengingat-ingat pengalamannya di hotel malam itu.
Ternyata malah muncul pemberitahuan bahwa panitia konvoi gagal mencapai kesepakatan dengan pemerintah setempat esok paginya. Peserta Global March to Gaza dianggap ilegal dan siap ditangkap oleh para polisi.
Zaskia menggambarkan kejadian pagi itu dengan cukup menegangkan. Ada mobil tahanan yang sudah disiapkan untuk menampung 10 aktivis Indonesia.
Walaupun tidak serta merta ditangkap, pergerakan mereka tetap diawasi ketat bahkan hingga pindah ke hotel lain dan makan siang.
Sayangnya, Zaskia belum menceritakan pengalamannya secara lengkap tentang apa yang terjadi setelah itu. Namun, dia meyakinkan netizen bahwa saat ini kondisinya dan 9 aktivis lain baik-baik saja. ***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. KLIK DI SINI!
Artikel Terkait
Sempat Pimpin Misa Paskah, Paus Fransiskus Sampaikan Pesan Terakhir Sebelum Wafat: Desak Gencatan Senjata dan Hentikan Konflik di Gaza
Paus Fransiskus Tutup Usia Sehari Setelah Bela Rakyat Gaza di Usia 88 Tahun: Kita Tidak Boleh Lupa, Mereka Adalah Manusia
Israel Hapus Ucapan Duka atas Wafatnya Paus Fransiskus: Kritik soal Gaza hingga Tuduhan Genosida Jadi Akar Ketegangan
Inilah 2 Sosok Warga Jawa Barat yang Diduga Tilep Dana Donasi untuk Gaza! Uang USD 2000 Sudah Terpakai?
Misi Damai Dicegat: Kronologi Aktivis Internasional yang Berlayar bersama Madleen Diculik Israel saat Bawa Bantuan ke Gaza