Minggu, 19 Juli 2026

Ngeri! Inilah 4 Kontroversi Codeblu, Food Vlogger yang Terancam Diboikot karena Sering Berikan Ulasan Buruk

Photo Author
Sinta Dewi Utami, Sketsa Nusantara
- Selasa, 4 Maret 2025 | 21:41 WIB
Codeblu lagi-lagi tersandung kontroversi yang diduga telah melakukan pemerasan, hingga membuat video permintaan maafnya. (Instagram.com/@codebluuuu)
Codeblu lagi-lagi tersandung kontroversi yang diduga telah melakukan pemerasan, hingga membuat video permintaan maafnya. (Instagram.com/@codebluuuu)

Kontroversi lainnya datang saat Codeblu mengunggah video dengan menuding toko cake and patisserie CT mengirimkan nastar berjamur ke panti asuhan pada 15 November 2024 lalu.

Selain itu, dia juga mengkritik kualitas produk dan kondisi dapur yang menurutnya tidak layak.

Video tersebut viral dan menuai kritik tajam dari banyak netizen terhadap toko kue CT.

Baca Juga: Dibuat Syok! Acha Sinaga Bahagia Usai Gelar Acara Gender Reveal Anak Ketiga, Berharap sejak Awal Perempuan dan Hasilnya...

Tetapi pada 17 November 2024, toko kue CT membantah tuduhan dengan mengatakan jika produknya sudah melewati proses Quality Control.

Meski telah dibantah, Codeblu tetap membuat video teguran terhadap toko tersebut pada Januari 2025.

Hingga pada 28 Februari 2025, pria ini menyampaikan permintaan maafnya usai mengetahui bahwa informasi yang  disampaikannya tidak benar.

Baca Juga: Ciledug Pride, 5 Fakta Pembelian Hak Penamaan Halte Transjakarta Petukangan Utara oleh D'MASIV! Rian dkk Rogoh Kocek Berapa?

Kemudian muncul tuduhan baru lagi bahwa food vlogger itu meminta uang sebesar Rp 350 juta dari toko kue CT, sebagai imbalan untuk menghapus review negatifnya pada 1 Maret 2025.

Tetapi istri Codeblu, Theresia Rosalinda membantahnya dengan mengatakan jika Rp 350 juta adalah tarif untuk jasa konsultasi, bukan sebagai imbalan.

3. Disorot Anggota DPR RI

Kontroversi antara Codeblu dan toko kue CT akhirnya disorot oleh Anggota Komisi VI DPR, Mufti Anam.

Baca Juga: Sudah Saling Follow IG Kembali, Kedekatan Desta dan Natasha Rizki Seakan Kembali Tercipta, Wargent: Rujuk...

Mufti Anam merasa prihatin tentang berbagai konten review makanan yang bisa merugikan pelaku usaha kuliner, khususnya saat tidak disertai verifikasi yang cukup.

Ia menyarankan perlu adanya regulasi yang lebih ketat kepada para konten kreator, sebagai upaya perlindungan untuk produsen maupun konsumen.

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizinĀ redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X