Kamis, 4 Juni 2026

Satir, Bintang Emon Sindir Polisi yang Anti Kritik Usai Lagu Bayar Bayar Bayar Dibredel, Band Sukatani Harusnya Jadi Sahabat Kapolri

Photo Author
- Jumat, 21 Februari 2025 | 15:18 WIB
Potret Bintang Emoon yang sindir Polri usai lagu Bayar Bayar Bayar ciptaan Band Sukatani dihapus gegara kritik kepolisian (Instagram/bintangemon)
Potret Bintang Emoon yang sindir Polri usai lagu Bayar Bayar Bayar ciptaan Band Sukatani dihapus gegara kritik kepolisian (Instagram/bintangemon)

Melalui akun Instagramnya, Bintang Emon mengingatkan publik soal perkataan Kapolri Listyo Sigit Prabowo tahun 2021-2022 lalu yang pernah mengatakan bahwa polisi selalu terbuka terhadap kritikan. Bahkan orang yang memberikan kritik pedas sekalipun bisa jadi "sahabat Kapolri".

Baca Juga: Curhat Oki Setiana Dewi Rindukan Sosok Ayah Jelang Ramadhan 2025: Tahun Keempat Tanpa Kehadiran...

Dalam postingannya, suami Alca Octaviana itu mengunggah tangkapan layar mengenai perkataan Kapolri Listyo Sigit P. yang pernah menyebut bahwa "siapapun yang berani kritik pedas polisi dianggap sebagai sahabatnya Kapolri.

"Rekap berita," tulis Bintang Emon dikutip SketsaNusantara.id dari postingan yang diunggah akun Instagram @bintangemon pada hari Jumat, 21 Februari 2025.

"Kapolri: Kritik pedas adalah obat bagi pembenahan Institusi Polri. Kritik paling pedas adalah sahabat saya," begitulah yang tertulis dalam tangkapan layar berita yang diunggah Bintang Emon.

Baca Juga: Geger! Lagu Band Sukatani Dibredel Polisi, Cuitan Lawas Wanda Hamidah Mendadak Viral, Ada Apa?

Postingan komika berusia 28 tahun itu seolah mengingatkan bahwa Band Sukatani sebenarnya adalah sahabat Kapolri karena berani memberikan kritik pedas melalui lagu "Bayar Bayar Bayar".

Postingan Bintang Emon pun dibanjiri beragam komentar warganet termasuk rekan-rekan artis. Mereka menyayangkan aksi bredel lagu "Bayar Bayar Bayar" yang dianggap sebagai represi untuk mengekang kebebasan berekspresi dalam bermusik.

"Jadi (Sukatani) sahabat (Kapolri), tapi kenapa disuruh buka identitas dambil minta maaf?" komentar Darius Sinathrya melalui akun Instagramnya @darius_sinathrya.

Baca Juga: Ikutan Trend Cover Lagu Garam dan Madu, Hesti Purwadinata Malah Bikin Kesal Warganet, Wendi Cagur: Pengen Nendang Jakunnya

"Siapa kritik paling pedas, dia harus minta maaf. masa sahabat kok dibungkam. Apakah pernyataan Pak Kapolri bisa dianggap sebuah HOAX?? malu banget gak tuh pernah bilang gitu tapi karya seni yang mengkritik malah minta dihapus," komentar akun @faisalsalerian.

Sebelumnya, Divisi Humas Polri membantah soal permintaan maaf Band Sukatani yang diduga ada campur tangan polisi. Pihaknya menyebut polri sebagai institusi yang "anti kritik" dan "terbuka terhadap kritikan masyarakat".

Namun, pernyataan tersebut malah mendapat cibiran netizen, terutama dari jurnalis dan pengamat politik Dandhy Laksono dan Jhon Sitorus.

"Lirik lagu ini pakai kosakata umum: Polisi (police). Sama sekali tak menyebut polisi India, Zimbabwe, atau Kepulauan Solomon. Di mana masalahnya? Apa liriknya perlu ditambah, 'Mau bikin lagu, bayar polisi'?" komentar akun @Dandhy_Laksono.

Baca Juga: Kocak! Hesti Purwadinata Tak Sadar Pakai Sepatu Berbeda saat Pergi ke Kondangan, Edo Borne: Kakinya yang Bener Dong...

Halaman:

Editor: Zuhana Anibuddin Zuhro

Sumber: Instagram @bintangemon

Dilarang mengambil dan/atau menayangkan ulang sebagian atau keseluruhan artikel
di atas untuk konten akun media sosial komersil tanpa seizin redaksi.

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X