Melalui akun Instagramnya, Bintang Emon mengingatkan publik soal perkataan Kapolri Listyo Sigit Prabowo tahun 2021-2022 lalu yang pernah mengatakan bahwa polisi selalu terbuka terhadap kritikan. Bahkan orang yang memberikan kritik pedas sekalipun bisa jadi "sahabat Kapolri".
Baca Juga: Curhat Oki Setiana Dewi Rindukan Sosok Ayah Jelang Ramadhan 2025: Tahun Keempat Tanpa Kehadiran...
Dalam postingannya, suami Alca Octaviana itu mengunggah tangkapan layar mengenai perkataan Kapolri Listyo Sigit P. yang pernah menyebut bahwa "siapapun yang berani kritik pedas polisi dianggap sebagai sahabatnya Kapolri.
"Rekap berita," tulis Bintang Emon dikutip SketsaNusantara.id dari postingan yang diunggah akun Instagram @bintangemon pada hari Jumat, 21 Februari 2025.
"Kapolri: Kritik pedas adalah obat bagi pembenahan Institusi Polri. Kritik paling pedas adalah sahabat saya," begitulah yang tertulis dalam tangkapan layar berita yang diunggah Bintang Emon.
Baca Juga: Geger! Lagu Band Sukatani Dibredel Polisi, Cuitan Lawas Wanda Hamidah Mendadak Viral, Ada Apa?
Postingan komika berusia 28 tahun itu seolah mengingatkan bahwa Band Sukatani sebenarnya adalah sahabat Kapolri karena berani memberikan kritik pedas melalui lagu "Bayar Bayar Bayar".
Postingan Bintang Emon pun dibanjiri beragam komentar warganet termasuk rekan-rekan artis. Mereka menyayangkan aksi bredel lagu "Bayar Bayar Bayar" yang dianggap sebagai represi untuk mengekang kebebasan berekspresi dalam bermusik.
"Jadi (Sukatani) sahabat (Kapolri), tapi kenapa disuruh buka identitas dambil minta maaf?" komentar Darius Sinathrya melalui akun Instagramnya @darius_sinathrya.
"Siapa kritik paling pedas, dia harus minta maaf. masa sahabat kok dibungkam. Apakah pernyataan Pak Kapolri bisa dianggap sebuah HOAX?? malu banget gak tuh pernah bilang gitu tapi karya seni yang mengkritik malah minta dihapus," komentar akun @faisalsalerian.
Sebelumnya, Divisi Humas Polri membantah soal permintaan maaf Band Sukatani yang diduga ada campur tangan polisi. Pihaknya menyebut polri sebagai institusi yang "anti kritik" dan "terbuka terhadap kritikan masyarakat".
Namun, pernyataan tersebut malah mendapat cibiran netizen, terutama dari jurnalis dan pengamat politik Dandhy Laksono dan Jhon Sitorus.
"Lirik lagu ini pakai kosakata umum: Polisi (police). Sama sekali tak menyebut polisi India, Zimbabwe, atau Kepulauan Solomon. Di mana masalahnya? Apa liriknya perlu ditambah, 'Mau bikin lagu, bayar polisi'?" komentar akun @Dandhy_Laksono.
Artikel Terkait
Penuh Haru! Suara Desta Bergetar Saat Bacakan Puisi 'Ternyata Tanpamu' Milik Natasha Rizki Curi Atensi Publik
Chacha Frederica Bagikan Video Malam Terakhir di Rumah Dinas Bupati Kendal, Sang Suami Tuliskan Pesan Ini...
Nikita Mirzani Resmi Bakal Susul Vadel Badjideh, Fitri Salhuteru Nasehati Agar Segera Insyaf
3 Fakta Menarik Band Sukatani: Post Punk, Lagu Dilarang, dan Balaclava Jadi Simbol Perlawanan
Rahasia Langgeng Berumah Tangga Ala Pasangan Ricky Perdana dan Chacha Thakya yang Masuk Usia 9 Tahun Pernikahan
Potret Menggemaskan Leshia, Anak Kedua Lesti Kejora-Rizky Billar, Dipaksa Jadi Fans Liverpool Sejak Bayi