SketsaNusantara.id - Rabu, 5 Desember 2025 Menteri Hak Asasi Manusia (HAM) Natalius Pigai mendapatkan sejumlah kritikan dari anggota DPR.
Anggota DPR Komisi XIII menyoroti peran Natalius Pigai dalam 105 hari kerja kabinet Merah Putih.
Dalam rapat kerja Komisi XIII DPR RI di kompleks parlemen Senayan Jakarta tersebut sejumlah fraksi menyampaikan kritikan terhadap kinerja Natalius Pigai.
Menurut sejumlah anggota DPR RI, akhir-akhir ini banyak sekali peristiwa yang berhubungan dengan HAM, namun mereka tak melihat Natalius Pigai hadir ditengah segala permasalahan itu.
Sebab itulah kinerja Pigai selama ini banyak dipertanyakan sejumlah pihak sebab ia tak terliaht muncul ditengah persoalan-persoalan yang tengah terjadi saat ini yang berkaitan dengan bidangnya.
"Ketika bapak terpilih sebagai menteri HAM saya senang karena bapak adalah pemerhati HAM dan bergerak disana," ungkap Siti Aisyah dari Fraksi PDIP, dilansir SketsaNusantara.id dari kanal YouTube KOMPAS TV.
"Tapi setelah 105 hari bekerja kami tak nampak sedikitpun apa yang sebetulnya bapak kerjakan selama jadi menteri HAM ini," tambahnya.
"Anggaran Rp 20 triliun yang bapak minta sehingga ini menjadi pembicaraan, saya rasa ini logis jika negara punya dana tapi saat bapak bekerja sudah banyak yang viral seperti Rempang, pagar laut, saya tidak lihat bapak hadir disana," imbuhnya lagi.
Bahwa dengan meminta dana hingga Rp 20 triliun untuk Kementrian HAM namun DPR RI tak melihat apa yang dikerjakan Natalius Pigai selama ini.
Sebab dalam kasus-kasus besar yang terjadi pada saat ia sudah menjabat, Natalius Pigai dinilai tak nampak bekerja dan seolah membiarkan kasus-kasus besar yang berhubungan dengan isu kemanusiaan tersebut.
"Apakah Pak Menteri tau, Rempang itu tidak melanggar HAM? Apakah pagar laut itu tidak melanggar HAM?," ujar Siti Aisyah terkait kasus yang selama ini tak tersentuh Kementrian HAM.