3. Kandungan di kemasan
Ojan juga mempertanyakan soal kejelasan kandungan dari krim Tarim yang tidak jelas.
Pasalnya, dari kemasaan produknya, tidak ada keterangan soal kejelasan kandungan di dalamnya.
Hal ini juga diamini dr. Kamila Jaidi yang tidak menemukan daftar kandungan hingga bahan apa saja yang umumnya ada di kemasan skincare maupun kosmetik.
“Ini jadi buat muka, selangkangan atau ketiak? Jelas-jelas ketebalan kulitnya berbeda,” kata dr. Kamila lagi.
Selain kandungan dan keterangan bahan yang tidak ditemukan dalam kemasan, dr. Kamila juga menyoroti tekstur krim Tarim.
Tekstur dari krim Tarim menurutnya cukup mencurigakan, ditambah lagi dengan tidak adanya uji coba laboratorium lengkap yang mengimpor krim Tarim ke Indonesia.
“Teksturnya kayak molor-molor serem, mana harganya nggak murah. Mau FDA approve dari mana, yang penting harus BPOM,” sambungnya.
4. Tidak ada BPOM
Review lainnya juga muncul dari dr. Yunita Ika atau pemilik akun TikTok @docyunn_.
Doktor Anti Aging ini menjelaskan, krim Tarim adalah skincare yang tidak jelas asal-usulnya pembuatannya.
“Ini krim yang mengatasnamakan keberkahan, krim yang mengatasnamakan dibuat oleh para wali-wali, karena dibuat di negara Tarim, hello benarkah ini dibuat di negara Tarim, gitu ya,” kata dr. Yunita.
“Terus ini juga nggak jelas, karena masuk ke Indonesia juga nggak ada BPOM dan lain sebagainya,” sambungnya.
5. Dipromosikan Salma Rahmatika Abigail atau Ning Salma