"Dari video, si narasumber menertawakan ayah saya sakit dan batuk. Dia bilang 'Sebetulnya dari batuknya aja udah hahahhha. Gak tahu kenapa gue ingat batuknya' Lucu ya? Siapa? Bapak Andriano Qalbi. Anda siapa? perasaan saya gak kenal (Anda) teman atau keluarga dari Bapak saya. Kepentingan bapak apa?," ucapnya.
Kate juga sadar, sikapnya ini mungkin bisa dinilai berlebihan bagi sebagian orang.
Namun menurutnya wajar jika ia bertindak seperti ini, terlebih ini menyangkut sang ayah.
"Kalau misalnya bapak Adriano, om Ded, kalian netizen (bilang) 'Apaan sih orang cuma bercanda, kan cuma ngetawain batuknya kalau lucu. Jangan terlalu sensitif deh',"
"Eh coba, kalau Bapak atau Ibu kalian meninggal terus ada orang asing gak dikenal ngetawain bapak kalian, penyakitnya," sambungnya.
Kate pun mengingatkan Deddy untuk lebih bijak memilih narasumber dalam program podcastnya.
"Saya mohon Om Deddy Corbuzier, tolonglah lain kali undang narasumber yang sopan beretika dan yang pintar. Saya yakin Om Ded smart kan, saya paham foto dan nama Bapak saya dipakai untuk naikin viewers,"
Ia tak masalah jika ayahnya dijadikan bahan clickbait konten seseorang, asal masih bisa menjaga etika.
"Saya juga gak papa, tapi setidaknya isinya jangan menertawakan penyakit dan meninggalnya seseorang karena walaupun saya dan tante bisa menjalani aktivitas sehari-hari, tapi kami dan keluarga masih berduka, masih dalam kesedihan atas meninggalnya ayah saya. Tolong dihargai, terima kasih," tutupnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini