“Setelah berbicara cukup panjang, kedua tokoh aksi tersebut menyampaikan permohonan maaf karena apa yang dikerjakan tadi pagi itu dan mereka berjanji untuk mengikuti semua peraturan yang ada di dalam Kemendikti Saintek,” tuturnya.
Selain itu, menanggapi tudingan bahwa dirinya bersikap arogan pada pegawai hingga melakukan pemecatan sepihak, Satryo membantah dengan tegas.
“Itu tidak pernah ada sama sekali,” ujarnya.
Sebelumnya, aksi demonstrasi besar-besaran terjadi di Kantor Kemendikti Saintek yang dilakukan oleh para pegawai kementerian.
Para ASN Kemendikti Saintek menumpahkan kekecewaan atas sikap Menteri Satryo yang dinilai arogan dan sewenang-wenang.
Paguyuban Pegawai Dikti menilai, Satryo telah memberhentikan pegawai tanpa dasar dan tidak sesuai aturan yang berlaku.
Hal ini disampaikan Suwitno, selaku Ketua Paguyuban Pegawai Kemendikti Saintek.
Dikatakannya, sebagai pimpinan, Satryo telah bertindak tidak sesuai prosedur, bahkan terkesan otoriter.
“Bahkan juga pecat memecat, padahal kan kita instansi pemerintah, organisasi, semua itu dilindungi oleh aturan, oleh hukum sebenarnya," katanya.
Soal tudingan kekerasan yang dilakukan Satryo, Suwitno mengatakan, hal itu dilakukan pada tenaga outsourcing yang menjadi vendor di dalam penyediaan fasilitas.
Selain dituding bersikap arogan, nama istri Satryo yakni Silvia Ratnawati juga ikut terseret.
Silvia dituding melarang suaminya memiliki staf wanita hingga berujung pemecatan sepihak.