Yani juga membantah klarifikasinya dibuat atas dasar adanya desakan dari pihak tertentu.
“Aku mohon ini atas nama keluarga, kami malu sama keluarga. Jangan lagi diperpanjang masalah ini, kami minta maaf, kesalahan dari keluarga kami,” tuturnya.
Dugaan video yang merupakan settingan itu juga diungkapkan pihak Yayasan Abdi Sukma, Ahmad Parlindungan.
Ia mengaku menemukan kejanggalan berdasarkan video dari CCTV kelas siswa MI.
Menurut Ahmad, siswa tersebut hanya dihukum saat di pelajaran wali kelas, yakni Haryati. Sementara di pelajaran lain, MI tetap duduk di bangku, sama seperti siswa lainnya.
Baca Juga: Dari Ajang Internasional ke Komdigi! Ini 3 Alasan Raline Shah Dipercaya Jadi Staf Khusus
Lebih lanjut Ahmad mengatakan, jika memang MI dihukum duduk di lantai lantaran menunggak SPP, sedianya hal yang sama dilakukan pada adiknya yang juga bersekolah di sekolag tersebut.
“Kalau itu memang perintah daripada sekolah atau yayasan, kenapa anaknya yang kelas 1 tidak seperti itu (duduk di lantai)? Anaknya kan di situ, dua-dua nunggak," jelas Ahmad.
Di lain sisi, video klarifikasi dari Yani, kakak Kamelia menuai respons beragam dari netizen.
“Diintimidasi bukan bu?,” tulis akun @xxxim.followexxx.
“Wah, diancem atau dibayarkah bu?,” tulis akun @xxxasalmon.
“Intimidasi nggak sih ini, coba ditelusuri deh sama Damkar,” tulis akun @xxxadxxx.
“Anak-anak nggak mungkin bohong sih, sepertinya ibu ini disuruh,” tulis akun @nnkxxx52.