"Saya bukannya bela Gus Miftah, tapi kalo tersinggung, nah bagaimana dengan nama Yati Pesek? apa itu bukan hinaan buat dirinya sendiri? kenapa beliau gak dipanggil Suyati saja karena itu nama aslinya," ungkap Sujiwo Tejo.
Pernyataan Sujiwo Tejo pun menuai kontroversi hingga menuai pro kontra karena dianggap menormalisasi perundungan dan pelecehan verbal yang dilakukan Gus Miftah di hadapan publik.
Warganet menilai pernyataan Sujiwo Tejo hanya terfokus pada sebutan Yati Pesek bukan pada kata-kata tak senonoh yang diucapkan Gus Miftah, meski sudah jelas guyonan seperti itu dianggap merendahkan wanita.
Selain itu, warganet juga mengingatkan perkataan Sujiwo Tejo dengan pengakuan Yati Pesek yang sakit hati setelah dihina Gus Miftah.
Netizen menilai antara sebutan nama Yati Pesek yang berbeda konteks dengan guyonan Gus Miftah yang telah melanggar norma tata krama sehingga menimbulkan keributan di tengah masyarakat.
"Saya tidak setuju sebutan Pesek untuk Bude Yati yang disamakan dengan guyonan Gus Miftah. Sebab kata bajin**n dan lon**e itu sudah melanggar norma, konteksnya beda jauh dengan pesek yang menyebut area fisik," komentar akun @TugiyatWiharja.
"Bu Yati sendiri memang sudah menerima fisiknya dibuat guyonan dengan panggilan Yati Pesek. Itupun identitas beliau, berbeda dengan kata lo***e yang diucapkan Gus Miftah, hingga bikin beliau sakit hati karena dilecehkan, berarti mbah Sujiwo Tejo masih belum paham," komentar akun @SalmanRiyadi.
Sebelumnya, Yati Pesek mengakui bahwa dirinya sakit hati karena telah mendapat hinaan dari Gus Miftah, padahal selama ini beliau telah menghormatinya sebagai seorang guru.
"Aku ini sebenernya sakit hati, selama ini saya dari kecil sampai tua begini mempertahankan budayaku, menjaga adab, tata krama, lah kok malah dibilang bajin***n dikata-katain lon**e, aku ini salah apa?" kata Yati Pesek dalam voice note yang dikirimkan pada Erick Estrada.
"Selama ini aku menganggap dia sebagai guru, menghormatinya seperti menyambut tamu, lha kok aku malah dikata-katain jelek begitu. Cuma bisa diam saja berdoa sama Gusti Allah, ternyata videonya sekarang viral. Tetap teruskan budaya kita ya, semoga selalu sehat dan diberi perlindungan Tuhan," pungkasnya.
Lebih lanjut, Sujiwo Tejo meminta maaf pada netizen dan mengajak untuk tabayun. Ia mengingatkan netizen untuk tidak mengkritik yang didasarkan pada kebencian untuk menjatuhkan seseorang melainkan kritik untuk perbaikan diri masing-masing.
Sujiwo Tejo tak ingin perkara Gus Miftah menjadi berlarut larut, padahal yang bersangkutan sudah meminta maaf bahkan menerima konsekuensi untuk mundur dari jabatannya sebagai Utusan Khusus Presiden.
"Saya juga ingin meminta maaf pada netizen dan mari kita tabayun. Aku takutnya kita selama ini menyerbu kritik secara membabi buta karena faktor kebencian terhadap Gus Miftah," ucap Sujiwo Tejo.
"Karena sebaik-baiknya kritik adalah kritik yang diorong oleh niatan baik untuk perbaikan diri bersama, tak hanya untuk orang lain tapi juga untuk diri kita sendiri untuk memperbaiki kehidupan bersama," pungkasnya.***
Jangan sampai ketinggalan kabar-kabar terbaik setiap hari dari SketsaNusantara.id dengan bergabung di WhatsApp Channel SketsaNusantara.id. Klik di sini!